Berita

Mendikbud Nadiem Makarim mengaku terpaksa menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa/Repro

Politik

Dikritik Soal PJJ, Nadiem Makarim: Ini Bukan Kebijakan Yang Kami Inginkan

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 12:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbulan-bulan sudah para peserta didik di seluruh tingkatan tak bisa menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah akibat terdampak pandemik Covid-19.

Sebagai gantinya, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk para siswa di semua tingkatkan.

Namun dalam pelaksanaannya, PJJ tersebut masih jauh dari kata maksimal. Pasalnya tidak semua siswa memiliki kelengkapan gawai untuk mengakses pelajaran secara daring.


Terlebih lagi, kebutuhan pulsa ikut menambah beban para orang tua di tengah situasi sulit seperti saat ini.

Terkait hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, membeberkan fakta bahwa kebijakan PJJ sesungguhnya bukanlah kemauan dari Kemendikbud.

"Ini bukan kebijakan yang kami inginkan. Kami terpaksa melakukan PJJ karena adanya krisis kesehatan, maka opsinya adalah masih ada pembelajaran walaupun tidak optimal atau tidak belajar sama sekali," ungkap Nadiem saat menjadi narasumber dalam program 'Mata Najwa', Rabu malam (5/8).

Menurut mantan CEO Gojek ini, situasi hari ini sangatlah menantang. Terlepas dari hal itu, Nadiem juga menyatakan akan menampung semua keluhan dan kritik yang dialamatkan kepada kementerian yang dipimpinnya.

"Dan apabila tidak melakukan pembelajaran jarak jauh, maka risikonya akan sangat jauh lebih besar," tandasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya