Berita

Presiden Lebanon Michel Aoun mengenakan masker pelindung wajah saat ia mengunjungi lokasi ledakan hari Selasa di Beirut/Net

Dunia

Inggris 'Teman Lama Lebanon' Akan Kirim Tim Pencarian Dan Penyelamatan Serta Ahli Medis Untuk Bencana Ledakan Beirut

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Inggris mengumumkan paket bantuan darurat untuk Lebanon menyusul dua ledakan di Pelabuhan Beirut yang menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya. Negara itu akan mengirim tim pencari dan penyelamat ahli dengan anjing-anjing yang dilatih khusus untuk membantu menemukan mereka yang terperangkap di bawah reruntuhan dan puing-puing.

Inggris juga menjanjikan hingga 5 juta poundsterling dalam pendanaan darurat kemanusiaan untuk membantu orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana, menyusul panggilan antara Hassan Diab, Perdana Menteri Lebanon dan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

“Ini adalah ledakan dahsyat yang menyebabkan penderitaan dan kerusakan luar biasa. Inggris adalah teman lama Lebanon dan rakyat Lebanon, dan akan berdiri bersama mereka pada saat mereka membutuhkan,” kata Raab seperti dikutip dari TN, Kamis (6/8).


Dukungan juga diberikan untuk Angkatan Bersenjata Lebanon, termasuk bantuan medis yang dibutuhkan, bantuan transportasi udara strategis, dan dukungan teknik dan komunikasi. Inggris akan mengirim Tim Medis Darurat Internasional (EMT) yang dapat memberikan penilaian awal dan koordinasi dengan tim SAR.

EMT menawarkan penyediaan cepat tim kesehatan, medis dan bedah publik yang terakreditasi internasional termasuk para ahli dari Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris dan sektor medis swasta.

Sekretaris Negara untuk Pembangunan Internasional, Anne-Marie Trevelyan, mengatakan bahwa dunia telah dikejutkan 'oleh pemandangan kehancuran dan penderitaan di Beirut'.

“Hati saya tertuju kepada semua orang yang terkena dampak tragedi ini dan yang kehilangan orang yang dicintai,” kata Trevelyan. "Inggris siap untuk mendukung orang-orang Lebanon pada saat mereka membutuhkan dan telah menawarkan mengirim petugas medis dan penyelamat untuk merawat mereka yang terluka."

Ledakan yang terjadi pada Selasa (4/8) sore berukuran 4,5 pada skala Richter dan dirasakan hingga sejauh Siprus, sekitar 240 kilometer dari Beirut.

Sebelum insiden itu, Lebanon sudah mengalami krisis ekonomi besar dan menghadapi pandemik virus korona, serta menampung lebih dari 1,5 juta pengungsi dari perang di negara tetangga Suriah.

Hampir separuh kota rusak akibat ledakan terbesar, yang menurut pemerintah Lebanon disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat, pupuk yang sangat mudah meledak, disimpan di gudang yang tidak aman di pelabuhan.

Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan dia akan menentukan dalam lima hari penyebab pasti ledakan dan "siapa yang bertanggung jawab".

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya