Berita

Gurubesar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Cornelis Lay/Net

Politik

Cornelis Lay Di Mata Darmadi Durianto: Mentor Politik Yang Bijak

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 21:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wafatnya Gurubesar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Cornelis Lay menjadi duka bagi politisi PDIP, Darmadi Durianto.

Darmadi menuturkan, Cornelis Lay adalah sosok yang banyak berkontribusi dalam perjalanan karier politiknya.

"Beliau adalah mentor politik yang bijak bagi saya. Saat saya masuk pertama kali berpolitik tahun 2004 pun karena ada dorongan dan spirit yang almarhum berikan ke saya," kenang Darmadi dalam keterangannya, Rabu (5/8).


Pun demikian saat dirinya dan sejumlah kolega mendapat kepercayaan dari sosok almarhum untuk berkiprah di lembaga think thank milik partai.

"Diajak masuk pertama kali masuk ke Mega Center bersama Arif Budimanta, Hendrawan Supratikno, Adang Ruchiatna," tutur Darmadi.

Darmadi melanjutkan, belasan tahun dirinya ditempa dan dibimbing almarhum dalam bidang politik. Setidaknya, hingga kini sudah 16 tahun dirinya terjun ke dunia politik dan diberikan ilmu oleh almarhum tanpa pamrih.

"Beliau tak henti-hentinya memberikan nasihat dan petuah bijak bagi kami generasi di bawahnya agar menjadikan politik sebagai alat perjuangan untuk kepentingan bangsa dan negara," jelas sosok yang kini duduk sebagai anggota Komisi VI DPR RI itu.

Untuk diketahui, Cornelis Lay dilahirkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 6 September 1959. Dalam Pemilu Presiden 2014, Cornelis Lay dipercaya sebagai Ketua Tim Ahli dan Pakar Politik Tim Pemenangan dan Perumus Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Cornelis Lay juga pernah ditunjuk untuk menyusun teks pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada pelantikan 20 Oktober 2014 lalu. Ia kemudian menghembuskan napas terakhirnya, Rabu (5/8) pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya