Berita

Salim Said/Net

Politik

Bagi Salim Said, Nadiem Makarim Aneh Jika Tidak Anggap Penting Sejarah

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 17:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebijakan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hingga pernyataan kontroversial Mendikbud Nadiem Makarim menjadi sorotan serius dari tokoh bangsa Salim Said.

Terutama soal POP Kemendikbud yang disebut-sebut oleh banyak kalangan dianggap menegasikan sejarah pendidikan nasional dengan mundurya dua ormas bersejarah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) pada program tersebut.

"Menteri pendidikan dan kebudayaan menurut saya itu aneh," kata Salim Said dalam acara Sarasehan Peradaban Indonesia bertajuk "75 Tahun Merdeka: Merangkai Ingatan, Merajut Harapan" pada Rabu (5/8).


Menurut Salim Said, menteri muda sekelas Nadiem Makarim seharusnya tidak membuat kontroversi dengan kebijakan apalagi ucapannya terkait sejarah pendidikan nasional.

"Mestinya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mempunyai staf, staf menteri untuk tidak berbuat kekeliruan dengan menganggap tidak penting sejarah. Sebab tanpa sejarah Indonesia ini kita tidak bisa mengerti," pungkasnya.

Turut hadir menjadi narasumber dalam serial diskusi daring tersebut antara lain; ekonom senior Faisal Basri, Ketua Umum PMI Sudirman Said, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, dan tokoh bangsa yang lainnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya