Berita

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono/Net

Presisi

Polri Dalami Keterlibatan Pihak Lain Dalam Pelarian Djoko Tjandra

RABU, 05 AGUSTUS 2020 | 03:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penyidik Polri hingga saat ini masih terus mendalami dugaan adanya keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus buronan Bank Bali Djoko Tjandra yang telah berhasil diamankan Bareskrim Polri beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Polri tidak menutup kemungkinan jika masih ada pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam skandal pelarian Djoko Tjandra.  

Begitu disampaikan Kadiv Humas Polri Argo Yuwono saat menjadi narasumber dalam serial diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa (4/8) malam.


"Tentunya ini bagian dari pendalaman penyidik, dan kita kan masih dalam proses. Dan tidak menutup kemungkinan ada beberapa di luar dari apa yang sudah tadi disebutkan, kemungkinan juga masih ada," ujar Argo Yuwono.

Kendati demikian, Argo menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa terburu-buru dalam melakukan pendalaman penyidikan terhadap Djoko Tjandra.

Mengingat, penyakit gula darah yang diderita Djoko Tjandra juga menjadi salah satu pertimbangan tidak bisa dikebutnya penyelidikan. Sebab, seorang tersangka pun mempunyai hak.

"Dan kita juga tidak mungkin menanyakan kepada Pak JJ (Joko Tjandra) ini secara maraton ya, kita juga harus memberikan hak-hak daripada Pak JJ. Misalnya ada penyakit dokter selalu mendampingi, dan juga kita rapid test juga udah, yang bersangkutan adalah juga gula darahnya tinggi, makanya dokter juga mendampingi," demikian Argo Yuwono.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya