Berita

Politikus Gerindra Sumut, John Sari Haloho/RMOLSumut

Politik

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Politikus Gerindra Desak Tunda Pilkada Serentak

SELASA, 04 AGUSTUS 2020 | 08:24 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jumlah warga yang terpapar Covid-19 belakangan ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini menjadi alasan untuk meninjau kembali pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Politikus Partai Gerindra, John Sari Haloho mengatakan, pelaksanaan Pilkada harusnya ditunda, mengingat aktivitas dalam seluruh tahapannya yang sangat berpotensi membuat penyebaran Covid-19 semakin meningkat.

“Kita mendesak agar menunda pelaksanaan Pilkada 2020, dengan alasan jumlah positif Covid-19 terus naik. Hari ini, kasus positif mencapai 111.455 kasus. Dan kecenderungannya meningkat tajam,” katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut, Senin (3/8).


Menurut John Haloho, pemerintah seharusnya lebih fokus kepada upaya untuk memastikan masyarakat memahami konsep New Normal yang dicanangkan pemerintah. Karena saat ini terjadi kekeliruan pemahaman di tengah masyarakat terkait New Normal.

“New Normal yang kita lihat sudah dianggap seperti situasi sebelum pandemik Covid-19. Protokol kesehatan sudah semakin diabaikan, dan rasa ketakutan terhadap Covid-19 sudah semakin rendah. Lihat saja di cafe-cafe, warung, dan tempat keramaian lain, semua sudah seperti biasa dan tidak mengenakan alat pelindung diri sudah semakin menjadi hal yang biasa,” ungkapnya.

Ditambahkan John Haloho, tahapan pilkada sangat berpotensi menjadi ajang bagi masyarakat untuk semakin tidak mematuhi protokol kesehatan. Azas gotong royong yang sangat kental di tengah masyarakat bahkan menjadi salah satu potensi menambah percepatan penyebaran Covid-19.

“Masing-masing tim sukses akan bergerak, ngumpul-ngumpul dan tidak ada yang bisa menjamin mematuhi protokol kesehatan. Ini dampaknya akan semakin membuat parah kondisi yang ada. Dan di Sumatera Utara ada 23 daerah yang menggelar Pilkada, kita sangat khawatir ini akan membuat penyebaran Covid-19 semakin besar,” pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya