Berita

Sekjen Pena 98, Adian Napitupulu/Net

Politik

Adian Napitupulu: Penyerahan Nama-nama Ke Jokowi Sudah Sesuai Jalur Perpres

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 21:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sekjen Perhimpunan Nasional Aktivis (Pena) 98 Adian Napitupulu kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menitipkan nama-nama calon komisaris dan direksi BUMN kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

Penegasan itu kembali dia sampaikan dalam acara “Ngopi Kritis bersama Jurnalis” di Warung Bencingah, Denpasar, Bali, Minggu (2/8). Adian memastikan dirinya tidak pernah bertemu sekalipun dengan Erick Thohir pasca pilpres selesai.

“Tidak pernah WhatsApp dan SMS-an, nama-nama itu saya berikan pada presiden karena presiden yang minta" urainya.


Adian juga mengaku tidak masalah jika nama-nama calon petinggi BUMN harus melalui Tim Penilai Akhir (TPA) sebagaimana diamanahkan dalam Perpres 177/2014.

Apalagi, sambung politisi PDIP itu, langkahnya menyerahkan nama-nama calon tersebut kepada Presiden Joko Widodo dan Mensesneg Pratikno sudah sesuai dengan prosedur tersebut.

"Jadi Presiden itu Ketua TPA, Mensesneg anggota TPA jadi ya sudah benar sesuai jalurnya seperti di Perpres 177/2014, jadi salahnya di mana secara hukum?" tekannya.

Lebih lanjut, anggota Komisi VII DPR ini menyayangkan opini yang berkembang. Di mana banyak pihak terus menyudutkan langkahnya memenuhi permintaan Jokowi untuk menyerahkan nama-nama calon komisaris dan direksi BUMN.

"Kenapa yang salah jadi benar dan yang benar justru dibilang salah?" lanjut Adian.

Terlepas dari itu, aktivis Forum Kota (Forkot) ini memastikan bahwa kritiknya pada BUMN tidak terkait dengan nama-nama yang diminta Presiden, tetapi karena dia melihat bahwa Kementerian BUMN adalah salah satu kementerian yang bisa menjadi lokomotif untuk menarik bangsa keluar dari krisis.

Ini lantaran BUMN masuk ke semua sektor kehidupan rakyat, dari pertanian, pangan, kesehatan, infrastruktur, kesehatan, persenjataan dan sebagainya.

“Dengan demikian jika BUMN bisa dimaksimalkan, maka BUMN bisa menjadi lokomotif yang menarik bangsa ini keluar dari krisis,” tutup Adian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya