Berita

Acara Ngobrol Kritis bersama Jurnalis” yang digelar DPD KNPI Bali di Denpasar, Minggu (2/8)/Net

Politik

Ketua KNPI Bali: Tanpa Melalui TPA, Keabsahan Petinggi BUMN Patut Dipertanyakan

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 16:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia adalah negara hukum. Artinya semua rakyat wajib patuh pada perintah hukum, termasuk laku para pejabat.

Ketua DPD KNPI Bali, Nyoman Gede Antaguna menjelaskan bahwa ketaatan hukum juga harus dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pengangkatan direksi dan komisaris di perusahaan plat merah.

Gede Antaguna mengurai bahwa pengangkatan itu, sesuai dengan Perpres 177/2014 yang ditandatangani Jokowi, harus melalui Tim Penilai Akhir (TPA). Tanpa melalui itu maka pengangkatan direksi dan komisaris bisa disebut inskonstitusional.


“Yang tidak melalui TPA bisa dipastikan inkonstitusional dan patut kita pertanyakan keabsahannya," ujarnya dalam acara “Ngobrol Kritis bersama Jurnalis” yang digelar oleh DPD KNPI Bali di Denpasar, Minggu (2/8).

Dalam kasus ini, Gede Antaguna turut menyampaikan kekecewaan lantaran dia menduga ada banyak direksi dan komisaris yang tidak mengikuti prosedur TPA.

“Padahal, prosedur ini bisa jadi bagian untuk menyeleksi agar “kadrun” tidak masuk BUMN. Apalagi TPA bisa melibatkan BIN dan PPATK untuk memeriksa rekam jejak calon petinggi BUMN,” terangnya.

Acara ini sendiri turut menghadirkan sejumlah pembicara, seperti Nyoman Gede Antaguna, Niluh Djelantik, Adian Napitupulu, dan Ida Bagus Radendra.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya