Berita

Penangkapan Djoko Tjandra/Net

Politik

Saiful Anam: Penangkapan Djoko Tjandra Seperti Jadi Panggung Cuci Tangan Dan Kampanye

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 10:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penangkapan buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra dinilai telah menjadi panggung bagi pihak yang mempunyai kepentingan.

Begitu kata pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam yang merasa aneh dengan sikap Presiden Joko Widodo yang responsif dengan memberikan instruksi langsung agar Djoko Tjandra segera ditangkap.

"Dengan tertangkapnya Djoko Tjandra, seolah presiden selesai masalah. Padahal masih banyak yang lainnya. Kenapa kalau Djoko Tjandra, presiden sangat responsif? Kenapa tidak pada Harun Masiku misalnya?" ujar Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (2/8).


Selain itu, kata Saiful, penangkapan Djoko Tjandra juga terlalu banyak koar-koar di media yang seolah-olah merupakan prestasi yang sangat luar biasa karena mampu menangkap buronan sejak 11 tahun lalu.

"Padahal ya biasa saja itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab penegak hukum," kata Saiful.

Tak hanya itu, Saiful juga melihat penangkapan Djoko Tjandra seolah-olah menjadi panggung tersendiri, utamanya bagi Menkopolhukam dan Kabareskrim.

"Ini seakan-akan menjadi cuci tangan bagi mereka yang berkepentingan. Selain itu, pula saya mencurigai ini bagian dari kampanye terselebung bagi oknum Jenderal Polri yang berkepentingan cari perhatian untuk melenggang menuju Kapolri," jelas Saiful.

Dengan demikian, kata Saiful, publik dan Presiden Jokowi jangan hanya terkesima melihat hasil penangkapan Djoko Tjandra saja, karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

"Saya berharap jangan kasus Djoko Tjandra ini dijadikan panggung, lebih baik fokus kerja yang lain, misalnya penangkapan Harun Masiku dan pembenahan-pembenahan internal lainnya," pungkas Saiful.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya