Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Positif Corona Bukan Akhir Dunia

MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 | 01:50 WIB

SAAT tulisan ini rampung, puluhan lebih masyarakat di Dataran Tinggi Gayo positif tertular Covid-19. Sebagian besar adalah tenaga medis.

Lantas semua pihak, dari berbagai latar belakang, berbondong-bondong ikut berbicara. Tak sedikit yang mendramatisir dengan membuat stigma kepanikan dan ketakutan, seolah-olah wabah corona adalah kiamat.

Tentu Covid-19 merupakan sebuah virus yang sangat berbahaya, tetapi mendramatisir dan melebih-lebihkan pemberitaan itu jauh lebih berbahaya.


Seorang wanita paruh baya di Bener Meriah histeris ketakutan dan panik lantaran tak terima dikatakan positif Covid-19, padahal yang dinyatakan positif adalah suaminya.

Kecemasan semacam itu muncul dari konstruksi publik. Seolah ketika Anda terjangkit tidak ada lagi sisa kehidupan yang Anda miliki.

Sejauh informasi yang kita tahu, bahwa MERS dan SARS adalah keluarga besar dari coronavirus, penyakit pernapasan ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Virus ini dianggap berbahaya karena penyebaranya begitu cepat.

Artinya, ketika mengalami gejala penyakit-penyakit tersebut, belum tentu Anda terpapar Covid-19, sebelum Anda melakukan rapid test dan pemeriksaan swab. Bahkan ketika Anda tidak mengalaminya.

Kalaupun Anda positif Covid-19, tak perlu histeris seolah-olah Anda mati besok. Data menunjukkan sekitar 80 persen penderita dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Namun yang harus dianggap serius jika terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, dan bayi.

Tulisan Dokter IS RSUD Muyang Kute dengan judul "Melawan STIGMA" yang tersebar di laman Facebook patut diajungi jempol. Beliau sebagai masyarakat Aceh Tengah yang memberikan gambaran bagaimanya menghadapi berita buruk ini, sekaligus sebagai orang yang dinyatakan positif Covid-19 mampu memberikan kesan JANGAN PANIK!

Meskipun tak banyak upaya yang diberikan selain tulisan yang menenangkan serta menjabik-cabik perasaan. Paling tidak, beliau tidak sedang histeris akibat takut dan panik.

Di tengah masa-masa sulit menghadapai virus corona di Tanah Gayo, yang kita butuhkan saat ini adalah kerja sama kolektif. Segelintir masyarakat yang terpapar adalah fakta bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.

Kita sedang sakit, dan kita perlu kesadaran bersama untuk memulihkannya kembali. Bukan malah semakin pragmatis, memperkecil pelayanan kesehatan berharap bisa menghentikan penyebaran. Kita mesti kesampingkan semua prasangka yang mengecam.

Kita harus bersama-sama berdiri tegak dan tampil di garda terdepan untuk melawan stigma ketakutan ini. Bukan justru menambah ketakutan dengan memberikan definisi dan argumentasi tentang Covid-19 yang tak memiliki dasar.

Pilihan kita harus benar-benar memperhitungkan konsekuensi jangka panjang. Ketidakmampuan menjawab tantangan hidup sering membuat kepanikan.

Rasa panik tidak mengajari kita banyak hal, malah sering membuat kita ceroboh, tidak peduli, dan bahkan bengis sehingga memperparah keadaan.

Oleh sebab itu kiranya sangat penting menyebarkan informasi valid dan kerja sama kolektif. Memberikan edukasi supaya tidak panik. Mengajari masyarakat dengan protokol yang sudah ada.

Masa-masa sulit ini pasti berlalu. Masyarakat Aceh Tengah akan selamat, sebagian besar dari kita masih tinggal di dataran dingin yang tak lagi ramah ini.

Saat ini harapan berarti peduli dan berdisiplin. Dengan harapan itulah kita dapat melalui masa-masa sulit yang penuh dengan berita kepanikan ini.

Abdan Sakura

Pembina Wirkungs Geschichte Comunity, Kabid Kaderisasi DPC GMNI Yogyakarta

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya