Berita

Polisi memeriksa mayat seorang pria Korea Selatan yang ditemukan tewas di dalam sebuah truk pickup di perusahaannya di Phuket pada hari Jumat 31 Juli/Net

Dunia

Pria Korea Selatan Tewas Dalam Mobil Dengan Kepala Terbungkus Plastik, Ada Surat Misterius Di Samping Mayat

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 18:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang pria Korea Selatan berusia kurang lebih 40 tahun ditemukan tewas di dalam sebuah truk pickup di distrik Muang, Phuket, dengan kepala ditutupi kantong plastik.

Letkol Narong Muangduang, kepala investigasi di stasiun Vichit mengatakan pihaknya menemukan pickup putih dengan plat nomor Phuket terparkir di sebuah tempat parkir mobil Golden Triangle Been setelah mendapat laporan pada hari Jumat (31/7) sekitar pukul 11.40 pagi waktu setempat.

Tubuh lelaki Korea itu, yang namanya dirahasiakan sambil menunggu pemberitahuan kerabat, ditemukan di kursi pengemudi. Dia mengenakan T-shirt hitam dan celana jins dan kepalanya ditutupi dengan kantong plastik dengan pita perekat di lehernya.


Polisi mengatakan sebuah tabung yang terhubung ke tangki gas nitrogen di belakang pickup, dimasukkan ke dalam kendaraan dengan ujung yang melekat pada kantong plastic yang menutup kepala korban. Sebuah surat dalam bahasa Korea ditemukan di dalam kendaraan.

Seorang pejabat di kantor konsuler Korea Selatan di Phuket menerjemahkan surat itu, yang merupakan permintaan maaf kepada keluarga dan kekasihnya atas apa yang telah dilakukannya. Dikatakan dia telah mencoba yang terbaik tetapi tidak berhasil dan dia ingin beristirahat sekarang.

Video kamera keamanan menunjukkan pria itu mengemudi dari rumahnya di tambon Vichit ke Golden Triangle Been Co, di mana ia bekerja sebagai manajer pemasaran internasional, sekitar pukul 7.35 pagi pada hari Jumat (31/7). Setelah memarkir mobilnya, dia keluar untuk merokok. Pria itu kemudian kembali dan nampak melakukan sesuatu di dalam truk selama sekitar 17 menit.

Polisi mengatakan pria itu mungkin menderita stres karena urusan pribadi atau pekerjaan. Tubuhnya dikirim ke Rumah Sakit Vachira untuk pemeriksaan post-mortem.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya