Berita

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim/Net

Politik

Polemik POP, Iwel Sastra: Nadiem Itu Pembisnis, Jokowi Harus Evaluasi!

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 17:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Program Organiasai Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seolah menjadi polemik yang tak berkesudahan, setelah ditemukan keterlibatan dua lembaga CSR korporasi besar.

Pemerhati politik Iwel Sastra berpendapat, polemik dari program tersebut patut dijadikan bahan evaluasi oleh Presiden Joko Widodo terhadap Mendikbud Nadiem Makarim.

"Sepertinya Nadiem menjadi salah satu menteri yang layak dievaluasi Presiden Jokowi untuk diberikan tempat yang lebih pas dan tepat dengan latar bekalang dan kemampuan yang dimiliki," ujar Iwel dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (1/8).


Secara latar belakang, lanjut Direktur Mahara Leadership ini, Nadiem tidak memiliki latar belakang pengalaman mengurusi pendidikan. Sehingga program yang sengaja dicanangkan untuk peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan tersebut malah berujung polemik.

"Polemik POP terjadi merupakan suatu hal yang wajar karena memang sejak awal Mas Menteri Nadiem Makarim sudah banyak yang bilang tidak pas pada posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," paparnya.

Menurut Iwel, sosok Eks Bos Gojek tersebut di mata masyarakat adalah sebagai seorang pebisnis berbasis digital, yang hasil dari kerja kerasnya patut diacungkan jempol karena sudah bisa membesarkan bisnis ojek online dan merambah ke financial technology.  

Sehingga, tanggung jawab yang diberikan presiden kepada Nadiem tidak ada sangkut pautnya dengan perihal pendidikan dan kebudayaan. Sehingga menurut Iwel, jika benar Nadiem mepunyai kapasitas di Kemendikbud, maka pasti ada solusi dari polemik POP.

"Tidak bisa menatap ke depan tanpa memiliki kajian yang kuat mengenai sejarah dan budaya pendidikan di Indonesia," katanya.

"Nadiem sendiri sudah meminta maaf atas terjadinya polemik ini, tentu persoalannya bukan sekadar meminta maaf, namun apa solusi yang akan ditawarkan Nadiem," demikian Iwel Sastra.  

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya