Berita

Aktivis hak asasi manusia (HAM), Natalius Pigai/Net

Politik

Natalius Pigai: Surya Paloh Jangan Bermain Api Di Pilkada Papua

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 10:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang juga akan berlangsung di beberapa wilayah Papua menjadi sorotan aktivis hak asasi manusia (HAM), Natalius Pigai.

Salah satu yang menjadi sorotan Pigai adalah mengenai manuver Partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai pemenang pemilu di Provinsi Papua untuk jangan sampai bermain api dengan kehendak warga.

"Berkembang di kalangan masyarakat Papua saat ini bahwa beberapa calon yang diusung Partai Nasdem justru tidak dikehendaki masyarakat, tetapi seolah dipaksakan hanya karena memiliki kekuatan finansial semata untuk bisa membeli tiket partai," kata Pigai dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (31/7).


Kabar itu, lanjut mantan Komisioner Komnas HAM tersebut, didapat dari banyak laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa tokoh-tokoh partai Nasdem di daerah tidak melakukan rekrutmen calon dengan baik.

Dari situ, Pigai berpandangan calon-calon yang diajukan ke DPP Nasdem adalah orang-orang yang sudah dikendalikan oleh segelintir oknum politisi di daerah.

"Saya 100 persen percaya bahwa di tingkat nasional, Nasdem memiliki cara kerja yang bagus dalam menentukan calon tetapi tidak di Papua. Banyak calon yang bagus mendaftar tetapi tidak diakomodir hanya karena faktor uang," ungkapnya.

Tokoh Papua ini kemudian meminta DPP Nasdem untuk memonitor betul kerja tim rekruitmen kader untuk calon-calon pilkada di Papua agar politik tanpa mahar yang dijanjikan benar-benar dijalankan. Dia mengambil contoh salah satu wilayah disana yang aspirasi mayoritas warganya tidak didengar.

Misalnya di Kabupaten Pegunungan Bintang, yang mana aspirasi mayoritas masyarakat tidak lagi mendukung calon petahana. Alasannya, warga menilai calon tersebut sering meninggalkan daerah dan selama memimpin tidak memberi perubahan apapun.

Suara-suara penolakan, kata Pigai, akan keras menolak. Namun jika partai Nasdem tetap memaksakan petahana dimajukan, maka masyarakat mengancam akan memboikot pilkada di Pegunungan Bintang.

"Artinya partai harus peka dengan aspirasi masyarakat yang memiliki kedaulatan. Masyarakat Pegunungan Bintang sudah frustrasi dan jika petahana maju kembali maka mereka akan terus menderita sehingga jika tetap dipaksakan maka langkah yang diambil adalah boikot. Ini ekspresi kekecewaan yang sangat tinggi dan berharap Nasdem peka," tuturnya.

Kondisi kekinian di Kabupaten Pegunungan Bintang, Bupati Costan Oktemka nampak jelas tengah berupaya mencari cara apapun untuk memborong semua partai politik, sehingga bisa maju menjadi calon tunggal.

"Memborong semua partai adalah tindakan pengecut. Tentu karena petahana sudah tau bahwa dia tidak didukung maka satu-satunya cara adalah lawan kotak kosong. Ini merusak demokrasi," tukas Pigai.

Lebih lanjut, Pigai berharap kepada Partai Nasdem yang memiliki enam kursi di DPRD Pegunungan Bintang untuk memilih figur yang pantas dan cocok serta dikehendaki masyarakat. Permohonan itu ia sampaikan langsung kepada Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Pak Surya Paloh kan katanya punya hati untuk orang Papua. Makanya beliau harus tunjukkan dengan menentukan calon-calon yang juga berkualitas untuk memajukan Papua, bukan orang-orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri," pintanya.

"Dan yang penting Pak Surya dan DPP Nasdem jangan mau dikendalikan begitu saja oleh oknum-oknum politisi Nasdem di Papua. Jangan hanya karena ulah mereka maka Nasdem di Papua akan hancur dan citra Pak Surya sendiri jadi buruk di mata orang Papua," demikian Natalius Pigai menutup.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya