Berita

Anak-anak sekolah di Sudan/Net

Kesehatan

UNICEF: 800 Juta Anak Di Dunia Keracunan Timbal, Terbanyak Di Asia Selatan

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Unicef dan Pure Earth pada Kamis mengeluarkan laporan mengenai keracunan timbal yang menimpa anak-anak di dunia dalam kadar yang cukup mengkhawatirkan.

Direktur Eksekutif Unicef, Henrietta Fore, mengatakan ditemukan sekitar 1 dari 3 anak, atau sekitar 800 juta anak di dunia memiliki kadar timbal dalam darah 5 mikrogram per desiliter (µg/dL) atau lebih.

Dalam siaran persnya, Fore menekankan perlu adanya tindakan perawatan segera.


“Kadar ini akan menyebabkan seseorang membutuhkan perawatan, menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat,” katanya, seperti dikutip dari AA, Jumat (31/7).

Anak-anak yang terpapar timbal akan menghadapi resiko yang sangat berat, antara lain mengalami kerusakan ginjal dan penyakit kardiovaskuler saat dewasa kelak.

Namun, keracunan timbal pada awalnya tidak menimbulkan banyak gejala, sehingga justru menjadi bahaya laten pada kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Hampir separuh anak yang terdampak berasal dari Asia Selatan.

Penyebab keracunan ini karena adanya aktivitas daur ulang baterai kendaraan atau aki yang tidak memiliki standar lingkungan. Di Asia Selatan jumlah kendaraan bermotor naik tiga kali lipat sejak 2000.

“Meningkatnya kepemilikan kendaraan, dan kurangnya peraturan dan sarana daur ulang aki. Baterai kendaraan yang didaur ulang tanpa prosedur aman oleh pelaku ekonomi informal kini naik sebesar 50 persen,” ujar Fore.

Pada proses daur ulang sering kali para pekerja membongkar wadah aki, menumpahkan debu asam dan timbal ke tanah, kemudian melebur sisa timbal menggunakan tungku pembakaran model sederhana yang terbuka.

“Pembakaran mengeluarkan asap beracun yang mencemari lingkungan sekitar,” keluh Fore.

Sementara, Presiden Pure Earth, Richard Fuller, mengatakan timbal sebenarnya sudah dapat didaur ulang dengan aman tanpa membahayakan pekerja, anak mereka, dan lingkungan sekitar. “Area-area yang tercemar timbal pun bisa dipulihkan,” terangnya.

Paparan timbal ini diperkirakan menimbulkan kerugian senilai hampir 1 triliun dolar AS akibat hilangnya potensi ekonomi anak-anak terdampak racun timbal sepanjang usia mereka.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Empat Anggota TNI Penyiram Air Keras Sebaiknya Diadili di Pengadilan Sipil

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:05

Tiga Kecelakaan di Tol Jateng Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:01

Kejahatan Perang Trump

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:36

Hadiri Jakarta Bedug Festival, Pramono Tekankan Kebersamaan Sambut Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14

Kenapa Pemimpin Iran Mudah Sekali Diserang Israel-AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:07

Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:23

Hukum Militer, Lex Specialis, dan Ujian Akuntabilitas dari Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:04

Korlantas Gagal Tangani Arus Mudik

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:00

Dokter Tifa Ngaku Dikuatkan Roy Suryo yang Masih Waras

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:29

Air Keras dari Orang Dalam

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:11

Selengkapnya