Berita

Bakal calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan, Siti Nur Azizah-Ruhammaben/Net

Nusantara

Hari Raya Kurban, Nur Azizah-Ruhammaben Buat Gerakan 1.000 Kambing 1.000 Kampung

JUMAT, 31 JULI 2020 | 14:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Bakal calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan, Siti Nur Azizah-Ruhammaben berkurban 1.000 kambing untuk dibagikan ke seluruh kampung-kampung di wilayah Tangsel.

Kurban tersebut bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan yang diterima selama ini. Juga bagian kepedulian sosial kepada masyarakat.

"Untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT saya tidak selamanya menempuh jalan sunyi seperti para sufi. Saya ingin melalui jalan yang ramai yakni jalan sosial," kata Siti Nur Azizah, Jumat (31/7).


Azizah menjelaskan kurban 1.000 kambing merupakan salah satu programnya. Dimana kaum muslimin memperingati Hari Raya Idul Adha. Sesuai temanya yang dinamakan gerakan 1.000 kambing, 1.000 kampung.

Hanya saja dengan adanya keterbatasan waktu dan sumberdaya, baru tahun ini bisa menggerakkan 1.000 kambing. Jika ini bisa rutin dijalankan tentunya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Bila saya diberikan mandat rakyat untuk memimpin Tangsel, program tersebut akan menjadi festival tahunan yang menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis kampung," ujarnya.

Dalam festival itu, Azizah ingin menambah poin amal selain berkorban secara syar'i juga mengedukasi masyarakat, menginspirasi, menggerakkan roda ekonomi, membangun solidaritas, menghidupkan seni dan budaya lokal, dan sebagainya.

Sehingga semua kampung pada hari ini akan bergerak dengan tema yang sama. Mereka yang berkekurangan dan berlebih akan membangun jembatan komunikasi produktif.

Putri Wapres Maruf Amien ini menjelaskan, berkaitan dengan kurban setidaknya ada beberapa aspek yang harus dicermati. Ribuan kambing dari mana sumbernya, bila bisa 80 persen bisa disediakan masyarakat Tangsel alangkah besar untuknya.

Lalu, bagaimana kualitasnya, bagaimana jaminan kesehatannya, bagaimana tampilan fisiknya. Bila saja dikelola dengan baik even dengan tema ini tentu akan menjadi sebuah momen yang menghibur dan mengedukasi masyarakat.

Bagaimana cara menyembelih, apakah para juru sembelih sudah terstandardisasi? Bagaimana cara menyimpan pasca disembelih, apa olahan hasil sembelihan, bagaimana cara menyajikan.

"Kreasi setiap etnis yang ada di Tangsel tentu sangat beragam sehingga menghasilkan variasi kuliner yang menantang. Lalu bagaimana kegiatan tersebut diorganisir, apakah sudah mencerminkan kebersamaan masyarakat, nah disini kita bisa menginisiasi integrasi masyarakat. Lalu bagaimana menyiapkan kambing selanjutnya, sehingga membentuk rantai bisnis bagi UMKM secara sehat," tutur Azizah.

Dari rantai nilai di atas akan terbentuk sebuah gerakan ekonomi kerakyatan bila dikelola dengan benar. Rantai nilai itulah yang harus dioptimasi setiap poinnya, sehingga dari Idul Adha sekarang ke Idul Adha berikutnya ada peningkatan.

Masyarakat Tangsel akan mendapat keuntungan besar, ada kemajuan sistem, dan negara hadir memberdayakan kampung. Sehingga keuntungan kurban bukan hanya yang berkurban dan di akherat, tapi di dunia dia akan membawa dampak sosial ekonomi lokal yang dahsyat.

"Itu kita bicara baru satu momentum. Kita punya banyak momentum untuk menggerakkan kampung. Bila yang demikian ingin menjadi nyata, kita harus satukan tekad bersama mulai sekarang untuk menghadapi pilkada Desember mendatang," ungkapnya.

Azizah menambahkan, transformasi dari ASN menjadi SNA (Siti Nur Azizah) bagian dari ikhtiarnya untuk bisa membawa kemajuan sosial. Maka mulailah dirinya keluar masuk kampung yang terkepung gedung. Di situ banyak sekali persoalan-persoalan yang harus segera ditangani.

Sedemikian banyaknya persoalan, tak mungkin jika diselesaikan semua satu-persatu. Karena itu lalu muncul gagasan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan pendekatan terintegrasi, spasial dan tematik.

"Dari situ muncullah tema besar: Permata Tangsel, yakni pemerataan kemajuan untuk kesejahteraan," ungkapnya.

Tema besar ini kemudian bisa dipecah lagi dalam berbagai tema yang lebih kecil, lalu masyarakat bisa mengadopsi secara organik dan membangun inovasinya dalam konteks lokal secara kreatif.

Selain program 1.000 kambing, 1.000 kampung, ada juga satu program yang populer adalah tanam kelor. Program ini bisa diadopsi masyarakat sebagai program pertahanan pangan, gizi, gerakan penghijauan, kerajinan, dan sebagainya.

"Ke depan, bila saya menjadi walikota saya akan mendorong even-even tersebut agar lebih berdampak socara sosial-ekonomi bagi masyarakat Tangsel," demikian Siti Nur Azizah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya