Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Net

Politik

Pengamat: AHY Mampu Lepas Bayang-bayang SBY Lewat Muhibah Politik, Ujungnya Demokrat Menang Banyak

KAMIS, 30 JULI 2020 | 21:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono dalam menakhodai Partai Demokrat sejak Maret 2020 lalu dinilai sukses lepas dari bayang-bayang sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut pengamat politik Abdul Hamid, gaya kepemimpinan SBY yang kaku dan formal kini telah dikemas AHY lebih milenial yang mulai efektif dalam bermanuver.

"AHY berhasil mengkapitalisasi potensi yang dimilikinya dengan baik. Terutama ketika ia melakukan muhibah politik (politik persahabatan) kepada ketua-ketua partai belakangan ini. Saya secara pribadi sangat mengapresiasi hal ini," kata Abdul Hamid dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (30/7).


"Jadi dengan muhibah politik ini, AHY dan Demokrat dalam istilah anak muda 'menang banyak'," sambungnya.

Ada beberapa hal yang bisa dicermati dalam kepemimpinan AHY selama empat bulan belakangan. Pertama, AHY dinilai berhasil memecah kebuntuan komunikasi saat Pilpres.

"Saat itu Demokrat seperti anak hilang, tak jelas sikap politiknya. Dan kondisi tersebut terbawa sampai penyusunan kabinet yang kenak PHP jatah menteri," urai Direktur Visi Indonesia Strategis ini.

Kedua, jelasnya, Demokrat di bawah AHY membuat pattern koalisi yang digiring dari bawah kemudian dikawal dari pusat lewat politik persahabatan yang ujungnya koalisi lebih terarah dan solid.

Yang utama, lanjutnya, AHY sukses membuat panggung sendiri dengan blok pemberitaan selain polemik virus corona baru atau Covid-19.

"Ini kejelian AHY membaca peta, menyadari kelemahan karena tidak dalam kabinet. Makanya tak heran jika survei terbaru menempatkan Demokrat pada urutan ke-4 secara elektoral," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya