Berita

Ilustrasi perawatan pesawat/Net

Nusantara

Maskapai Lesu, Industri Perawatan Pesawat Ikut Merugi

RABU, 29 JULI 2020 | 16:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Industri perawatan dan perbaikan pesawat atau yang dikenal MRO (maintenance, repair, and overhaul) juga ikut terdampak pandemik Covid-19.

Ahli Industri Peralatan Pesawat, Richard Budihadianto mengatakan dampak pandemik Covid-19 telah mengacaukan dunia penerbangan. Bukan hanya sekadar maskapai, namun juga industri-industri yang berkaitan seperti MRO.

Dalam webinar bertajuk "Ekosistem Industri Dirgantara Pasca Pandemi" yang digelar Habibie Center pada Rabu (29/7), ia mengatakan, kontraksi yang dialami oleh industri MRO karena pandemik Covid-19 hampir mencapai 57 persen.


"Rencana forecast 91 miliar dolar AS, itu sekarang tinggal 43 hingga 46 miliar dolar AS. Jadi kontraksi MRO-nya saja besar," ujarnya.

Richard mengatakan, kustomer dari industri MRO adalah maskapai. Dalam kehidupan normal tanpa Covid-19, kondisi keuangan maskapai sendiri tidak mudah.

"Dia punya 3 sampai 4 bulan periode yang menghasilkan keuntungan. Sementara antara 8 bulan itu rugi dan break event," jelasnya.

Dengan adanya Covid-19, maskapai-maskapai semakin sulit untuk berjuang. Terlihat sejak awal wabah, yaitu April, sekitar sebulan setelah pandemik Covid-19 melanda Indonesia, ada 65 persen pesawat yang sudah di-grounded.

Sebagai salah satu industri MRO, PT GMF AeroAsia juga ikut merasakan betul pandemik Covid-19.

VP Corporate Strategy and Business Development PT GMF AeroAsia, Desrianto Adi Prayogi mengungkap, banyak maskapai yang justru melakukan perpanjangan pemeliharaan selama pandemik.

"Kalau orang banyak mengatakan pandemik adalah waktu yang tepat untuk memelihara pesawat. Itu tidak sesuai dengan kenyataannya," ujar Yogi.

Sebaliknya, justru banyak maskapai yang kemudian sulit melakukan pembayaran karena harus melakukan penghematan dan mengamankan dana.

Dampaknya, Yogi mengatakan, pihaknya terpaksa harus mengambil opsi tidak memperpanjang kontrak pekerja, khususnya tenaga kerja asing.

Selain Richard dan Yogi, siskusi tersebut juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Habibie Center, Ilham Akbar Habibie; Direktur Flybest Flight Academy, Karin Item; dan Asisten Deputi Bidang Industri Pertahanan dan Manufaktur Kementerian BUMN, Liliek Mayasari.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya