Berita

Demo aliansi Mahasiswa Unair yang berujung ricuh/RMOLJatim

Nusantara

Demo Mahasiswa Unair Tuntut Penurunan UKT Berujung Ricuh

RABU, 29 JULI 2020 | 16:54 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang menuntut penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 50 persen selama masa pandemik virus corona baru (Covid-19).

Aksi yang berujung rixuh itu dilakukan pada Rabu (29/7).

Kericuhan bermula ketika Aliansi Mahasiswa Unair ini yang berunjuk rasa berusaha memasuki area gedung rektorat untuk berorasi dan menyampaikan aspirasi dan bertemu rektor Unair.


Mereka berharap agar UKT diturunkan sebesar 50 persen karena dinilai memberatkan. Namun, keinginan untuk masuk, dicegah oleh petugas keamanan.

Aliansi Mahasiswa Unair akhirnya membakar ban di tengah jalan Ir Soekarno depan Unair kampus C, dan kemudian mendobrak pagar depan dan berusaha masuk gedung rektorat yang tertutup rapat.

Sempat terjadi adu dorong antara petugas keamanan yang dibantu polisi dengan para pengunjuk rasa.

Pengunjuk rasa menuntut UKT turun sebesar 50 persen selama pandemik Covid-19 harus dipenuhi oleh Rektor Unair. Alasannya, sistem kuliah daring yang digelar pihak universitas tidak berjalan maksimal dan mahasiswa tak bisa menikmati fasilitas kampus.

“Saya gak dapat apa-apa di masa pandemik ini, saya hanya dapat materi berupa Power Point atau dosen yang rajin, kita tidak bisa menikmati AC, WC dan juga listrik. Akhirnya kontra prestasi yang menjadi prinsip dasar dari jual beli dengan PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) Unibersitas Airlangga ini meraih keuntungan seuntung-untungnya itu sudah salah,” kata Romy Reynaldi mahasiswa semester tiga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair, seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim.

Disamping menuntut penurunan UKT, pengunjuk rasa juga menagih janji Unair untuk merealisasikan kuota paket internet sebesar 10 Giga.

Menurut Romy selama ini kuota yang dijanjikan buat kuliah daring tidak pernah terwujud.

“Tapi banyak dari teman-teman saya tidak pernah mendapat sms itu, justru kalau misalnya saya ya, saya gak dapat sampai 10 giga, 5 giga aja gak dapat,” tambah Romy.

Jika tuntutan mahasiswa Unair ini tidak dipenuhi oleh Rektor dalam tiga hari kerja, maka pengunjuk rasa akan menginap di gedung rektorat sampai UKT bisa turun sampai 50 persen dan kuota internet yang dijanjikan dapat terpenuhi.

Terpisah, Humas Unair Suko Widodo menyayangkan aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa berujung ricuh.

Menurut Suko Widodo, Unversitas Airlangga sebagai organisasi juga memerlukan pembiayaan sedangkan kuota yang dibicarakan juga sudah dipenuhi.

“Kalau soal kuota ya kita juga penuhi tapi makanya mahasiswa kalau nuntut kuota, ya tolong dong kuota jangan dibuat nonton musik aja tapi untuk belajar. Sudah kita hitung kok,” kata Suko Widodo dalam video yang dikirimkan melalui Whatsapp.

Suko Widodo juga menambahkan, besaran nilai UKT sudah disepakati sejak mahasiswa masuk kuliah dan kebijakan ini sudah dibicarakan dengan organisasi mahasiswa maupun BEM.

“Memang satu orang dengan orang beda, lah kalau semua misalnya harus dipotong 50 persen nanti gimana kalau putra pengusaha kaya kemudian anak yang yatim yang terus dipotong padahal kita juga peruntukkan untuk membantu mahasiswa yang kekurangan. In Sya ALLAH kebijakan yang dibuat pak rektor sudah berpihak pada kepentingan kita semua,” tambah Suko.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya