Berita

Pembakaran spanduk bergambar Habib Rizieq Shihab/Repro

Politik

Kutuk Pembakar Spanduk Habib Rizieq, GNPF Ulama, FPI Dan PA 212 Siap Tempuh Jalur Hukum

RABU, 29 JULI 2020 | 15:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kecaman dan kutukan disampaikan Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 kepada demonstran yang menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin lalu (27/7).

Hal itu lantaran dalam aksi tersebut, massa berusaha membakar spanduk bergambar Habib Rizieq Shihab yang dianggap sebagai penghinaan kepada ulama. Bahkan para peserta aksi juga dianggap sebagai kelompok neo PKI.

"Sehubungan dengan kejadian yang sangat tidak bermoral pada Aksi 27 Juli 2020 di depan Gedung DPR/MPR oleh kelompok Neo PKI yang menghinakan dan melecehkan ulama sekaliber Habib Rizieq Shihab dengan merusak dan menginjak-injak, bahkan membakar poster Ulama Indonesia Imam Besar FPI, Al Habib Muhammad Rizieq Shihab, maka kamu tegas menyatakan sikap," bunyi surat pernyataan sikap yang yang dikirim Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/7).


Dalam pernyataannya, HRS merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang merdeka, memiliki hak dan kebebasan untuk pulang kembali ke Tanah Air tanpa tekanan atau ancaman mau pun intimidasi dari pihak mana pun.

"Oleh karenanya, kami mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab di depan Gedung DPR/MPR RI," bunyi pernyataan tersebut.

Guna menyikapi insiden tersebut, ketiga ormas berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Mereka juga mendesak penegak hukum segera memproses pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap HRS dalam waktu secepatnya.

Selain itu, dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum FPI, KH. M Shobri Lubis; Ketua Umum GNPF Ulama, Yusuf Martak; dan Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif mengimbau kepada umat Islam untuk mengedepankan proses hukum yang berlaku.

Mereka juga menginstruksikan kepada laskar FPI dan Mujahid 212 untuk bersiap siaga dalam menghadapi tantangan kebangkitan komunis, pengkhianat bangsa, serta menjaga para ulama dan tokoh masyarakat dari ancaman gerombolan Neo PKI.

"Dikarenakan kebangkitan Neo PKI yang berteriak-teriak mendukung Pancasila padahal merusak Pancasila itu sendiri, maka kami menuntut dengan tegas agar inisiator RUU HIP dan partai yang ingin mengubah (makar) terhadap Pancasila diproses hukum. Jika terbukti secara hukum, maka wajib dibubarkan," tegasnya.

Insiden pembakaran terekam dalam video berdurasi 4 menit 43 detik yang beredar. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah massa mengenakan kostum putih dan merah menggelar aksi yang diduga dilakukan di depan Gedung DPR/MPR RI.

Terlihat pula sebuah bendera panjang yang ditempel di gerbang berwarna merah putih bertuliskan "Saatnya Rakyat Melawan Khilafah" "Kawal Pancasila dan NKRI".

Selanjutnya pada detik ke 19, terlihat spanduk bergambar foto HRS yang berukuran besar diletakkan di jalanan. Massa wanita maupun pria pun terlihat menginjak-injak baliho tersebut dan melempari menggunakan batu.

Kemudian pada menit 2 detik ke 18 sudah terlihat sejumlah massa mencoba membakar spanduk tersebut. Terlihat pula seorang pria yang memegang dirijen yang diduga sebuah bahan bakar disiram ke spanduk bergambar Habib Rizieq dan membakarnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya