Berita

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia, Zubairi Djoerban/Net

Politik

Uji Klinis Fase 3 Vaksin Corona Belum Tentu Berhasil, IDI Ingatkan Pemerintah Jangan Terlalu Berharap

RABU, 29 JULI 2020 | 10:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Uji klinis fase 3 vaksin virus corona baru (Covid-19) yang dilakukan di banyak negara, termasuk di Indonesia, belum tentu berhasil dan bisa segera digunakan untuk proses penyembuhan masyarakat yang terinfeksi.

Begitulah Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban, mengingatkan pemerintah agar tidak terlalu berharap kepada vaksin corona buatan Sinovac yang bakal diuji klinis di Indonesia.  

"Tentu vaksin masih jauh. Jangan terlalu berharap vaksin akan selesai akhir tahun ini," ujar Zubairi Djoerban saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/7).


Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan, uji klinis fase 3 memang tahap akhir dari pembuktian suatu vaksin. Tapi bukan berarti sudah bisa dijustifikasi akan berhasil.

"Vaksin itu kenapa uji klinis? Karena belum tentu berhasil. Jadi masih bisa gagal. Fase tiga itu untuk mencapai apakah berhasil atau tidak. Karenanya fase tiga dikerjakan di beberapa negara. Lebih banyak negara yang berhasil, baru nanti bisa dipasarkan," terangnya.

Bahkan, berdasarkan pengalamannya meneliti virus HIV/AIDS di banyak negara, Zubairi Djoerban menemukan banyak kegagalan uji klinis vaksin pada saat tahap ketiga. Karenanya ia belum yakin vaksin Covid-19 bisa mencapai titik kulminasinya sebagai obat.

"Seperti juga HIV/AIDS. Sudah bertahun-tahun ketemu vaksin ini vaksin itu, eh ternyata gagal dan sampai sekarang enggak berhasil," ungkapnya.

"Itulah kenapa saya bilang jangan terlalu optimis. Karena data-data mengenai vaksin ini belum bisa memberi keyakinan kita bahwa fase tiga pasti berhasil, itu konsep yang keliru. Fase tiga bisa berhasil bisa tidak, itu saya kira message yang penting," demikian Zubairi Djoerban.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya