Berita

Wakil Ketua Wantim MUI, Didin Hafidhuddin dalam jumpa pers daring Rapat Pleno ke-68 Dewan Pertimbangan MUI bertajuk Taushiyah Tentang Penggunaan Isu Radikalisme/Repro

Politik

Fenomena Medsos, Radikalisme Dan Pelaksanaan Idul Adha 2020 Jadi Poin Krusial Pleno Ke-68 Wantim MUI

SELASA, 28 JULI 2020 | 20:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Terdapat tiga poin krusial yang menjadi hasil Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) ke-68.

Antara lain menyikapi derasnya arus informasi dalam media sosial, bergulirnya kembali isu radikalisme di tengah pandemik Covid-19, serta perayaan Idul Adha 2020.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Wantim MUI, Didin Hafidhuddin saat jumpa pers daring Rapat Pleno ke-68 Dewan Pertimbangan MUI bertajuk 'Taushiyah Tentang Penggunaan Isu Radikalisme' pada Selasa (28/7).


"Ada tiga hal yang ingin kami sampaikan berkaitan dengan Rapat Pleno Wantim MUI yang ke-68. Pertama, berkaitan dengan medsos. Kedua, berkaitan dengan radikalisme. Ketiga, berkaitan dengan Idul Adha," ujar Didin Hafidhuddin.

Didin mengurai, terkait penggunaan medsos oleh semua usia dari anak-anak, pemuda, hingga dewasa mesti disikapi secara serius oleh semua pihak. Sebab, dampak positif bahkan negatif sangat dahsyat bagi masyarakat.

"Tentu aspek positif dan negatifnya harus diperhatikan dengan seksama oleh semua pihak," jelasnya.

Didin menambahkan, berdasarkan rekomendasi hasil Rapat Pleno ke -68, Wantim MUI menyerukan kepada semua ormas Islam agar membentuk departemen khusus untuk memantau konten media sosial dalam rangka meminimalisir dampak negatif dari derasnya arus informasi di medsos.   

"Diharapkan pimpinan organisasi Islam di Indonesia memiliki satu departemen, divisi yang berkaitan dengan medsos ini untuk melihat, memperhatikan konten-kontennya agar jangan sampai menjadi korban," imbaunya.

Adapun, berkaitan dengan bergulirnya kembali isu radikalisme juga harus menjadi perhatian serius semua ormas Islam. Sebab, kata Didin, yang disesalkan pada isu radikalisme seolah mendiskreditkan umat Islam. Padahak, radikalisme bisa terjadi di semua agama dan disebabkan sejumlah faktor yang kompleks.

"Kita Wantim, tentu sangat prihatin dengan kembali dimunculkannya isu radikalisme yang kemudian ujungnya adalah umat Islam bahkan juga tokoh-tokoh Islam (disudutkan)," sesalnya.

"Radikalisme itu tidak ada kaitannya dengan agama, agama apa pun. Radikalisme bersifat perorangan, kelompok, juga ada pada berbagai macam bidang," imbuh Didin.

Lebih lanjut, terkait pelaksanaan Idul Adha 2020 diharapkan kepada semua Khotib Shalat Ied agar menyampaikan khutbah yang menenangkan dengan spirit persatuan kebangsaan yang kini tengah menghadapi wabah virus Corona.   

"Khutbah-khutbah yang mempersatukan bangsa, umat dan khutbah yang menguatkan keinginan untuk berbagi, memberikan bantuan, tolong-menolong kepada mereka yang terpapar karena Covid-19," demikian Didin Hafidhuddin.

Dalam konferensi pers tersebut, turut hadir pula Ketua Wantim MUI, Din Syamsuddin, dan perwakilan sejumlah ormas-ormas Islam.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya