Berita

Aktivis Kaum Muda Nahdlatul Ulama (KMNU), Anas Nasikhin/Net

Politik

Anas Nasikhin: Kinerja Adian Tidak Istimewa, Sama Seperti Kelompok Relawan Lain

SELASA, 28 JULI 2020 | 13:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kritik merupakan bagian social control agar arah perjalanan pemerintahan menjadi seimbang. Kritik tidak boleh diarahkan untuk menjatuhkan orang lain apalagi sampai dibumbui dibumbui dengan fitnah.

Begitu dikatakan aktivis Kaum Muda Nahdlatul Ulama (KMNU), Anas Nasikhin menyoroti politisi PDIP Adian Napitupulu yang sedang rajin mengkritik Menteri BUMN, Erick Tohir.

Bagi Anas, kritik Adian terhadap Erick sudah kebablasan dan cenderung subjektif dari kacamata kepentingan dia dan kelompoknya saja.


"Adian seperti tidak mengindahkan kepentingan besar perjalanan pemerintahan saat ini yang sedang berupaya melakukan pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemik Covid-19," ujar Anas dalam keterangannya, Selasa (28/7).

Dikatakan Anas, masyarakat Indonesia kekinian seperti sedang krisis apresiasi. Banyak orang terlalu rajin mengkritik tapi juga terlalu malas mengapresiasi. Padahal kritik akan adil jika disertai dengan apresiasi.

Menurutnya, langkah Presiden Joko Widodo mengangkat Erick sebagai Ketua Pelaksana Tim  Penanganan  Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional adalah isyarat sekaligus contoh agar menjawab kritikan dengan kinerja.

Dalam hal ini, target kerja yang diberikan Presiden Jokowi kepada tim tidak main-main.

"Pertama dalam konteks penangan Covid-19 yaitu menurunkan angka kematian serendah-rendahnya, meningkatkan angka kesembuhan setinggi-tingginya, dan mengendalikan laju pertumbuhan kasus-kasus positif baru secepat-cepatnya," katanya.

Kedua, dalam konteks pemulihan ekonomi presiden memerintahkan untuk melakukan upaya percepatan berdasarkan pokok masalah yang ada. Apakah terkait regulasi atau administrasi yang mengharuskan dilakukan revisi.

“Jadi jelas ukurannya, yakni kinerja. Karena Pak Jokowi cocok dengan kecepatan kinerja Erick Thohir dalam mengelola kementrian BUMN maka dipasrahi tugas yang lebih besar. Ini menunjukkan kinerja yang baik, maka prestasinya ditingkatkan," jelasnya.

Persoalan Adian Napitupulu, kata dia, jika keinginannya selama ini belum terpenuhi, mestinya dikembalikan pada logika kinerja ini.

"Kalau dilihat peran Adian di pilpres 2019 dia hanyalah ketua salah satu kelompok relawan yang relawannya mendukung pasangan 01 (Jokowi-Maruf), yang kinerjanya tentu setara dengan relawan yang lain yang berjumlah lebih dari 500 kelompok relawan. Jadi kalau bicara peran dia sebetulnya biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa," bebernya.

“Nah kalau sekarang dia meminta jatah lebih kepada Erick Thohir dengan cara menekan dan kritik yang membabi buta itu sudah gak bener," demikian Ketua Bidang Pelatihan Saksi TKN.

Adian Napitupulu sebelumnya menyebut, jabatan direksi dan komisaris di semua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan titipan.

Jumlah "orang titipan" yang disebut Adian itu bahkan tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai 6.000 sampai 7.200 orang. Ribuan orang tersebut ditempatkan dari mulai perusahaan induk, anak perusahaan, hingga cucu perusahaan BUMN.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya