Berita

Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu dan Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Laksamana: Perang Erick-Adian Menganga Lebar Demi Kepentingan Sekoci

SELASA, 28 JULI 2020 | 12:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketegangan antara politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu dan Menteri BUMN Erick Thohir semakin terang dan terbuka. Keduanya “berperang” lantaran tidak menemukan win-win solution atas penempatan gerbong pendukung.

Begitu ujar Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F. Silaen kepada redaksi, Selasa (28/7).

“Mentoknya negosiasi antara Erick dan Adian akan semakin sengit, perang antar geng di kedua belah pihak semakin vulgar," ujar Silaen kepada wartawan di Jakarta.


Fakta yang tidak dapat dipungkiri kata Silaen adalah keduanya sama-sama punya andil dalam memenangkan pasangan Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 lalu. Erick menjadi ketua tim kampanye, sementara Adian bergerak dari unsur relawan.

Sementara mengenai komisaris dan direksi di BUMN yang merupakan orang titipan sebagaimana disampaikan Adian merupakan rahasia umum. Awam melihat itu sudah lazim terjadi sebagai imbal balik perjuangan.

“Sebab jasa dibalas jasa itu hal yang lumrah saja,” ujarnya.

“Tak ayal perang terbuka antara kedua fanatisme akan semakin menganga lebar, karena kepentingan sekocinya,” sambung Silaen.

Erick Thohir dikritik karena telah membuat direksi dan komisaris di BUMN banyak yang “double job” alias jabatan rangkap. Langkah Erick itu disebut-sebut sebagai pengistimewaan “titipannya” di BUMN.

Sementara Adian merasa kelompoknya terdepak dari jabatan politis di BUMN. Diduga karena ulah Erick menempatkan konco-koncone masuk di BUMN.

“Karena itulah yang membuat Adian cs “mangkel” terhadap Erick Thohir," lanjut Silaen yang juga relawan pendukung Jokowi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya