Berita

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Bisnis

Luhut Optimis Indonesia Jadi Pemain Utama Mobil Listrik Dunia

SELASA, 28 JULI 2020 | 12:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hilirisasi mineral yang digencarkan pemerintah dapat menjadi salah satu penopang ekonomi pasca pandemik dan juga akan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di dunia dalam hal baterai lithium dan mobil listrik.

Menurut Luhut saat mengisi Webinar dengan tema "Investasi di Tengah Pandemi", bersama dengan sektor lainnya seperti pariwisata dan UMKM, industri hilirisasi akan terus didorong karena potensinya sangat besar dalam membantu perekonomian nasional ke depan.

"Saya tidak mengatakan hilirisasi sendiri, karena semua harus paralel. Tapi dengan hilirisasi ini paling tidak sudah menyumbang perkiraan untuk tahun ini sebesar 10 miliar dolar AS. Itu angka yang besar," ujar Luhut lewat keterangan pers, Selasa (28/7).


Menurutnya, sektor hiliirisasi mineral cukup berperan untuk menopang perekonomian pasca pandemik. Hal ini dikarenakan sektor hilirisasi tidak terdampak terlalu dalam dan ekspor produk turunan yang dihasilkan dari pabrik pengolahan semakin menunjukkan dampak positif.

"Hilirisasi nikel ini akan kita kembangkan sampai ujungnya baterai lithium dan juga keperluan lain untuk mobil listrik. Dan kita akan menjadi pemain utama lithium baterai ini," jelasnya.

Salah satu smelter lokal yang berada di Pulau Obi, Harita Nickel, diproyeksikan akan menjadi pemain penting dalam industri bahan baku utama untuk mobil listrik tersebut. Penyelesaian smelter hidrometalurgi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di sana juga terus berlanjut meski di tengah pandemi.

Luhut pun menyampaikan bahwa ia mendukung semua perusahaan smelter dan tidak ada perlakuan yang berbeda.

"Nikel ini dulu kita hanya ekspor kira kira nilainya 612 juta dolar AS setahun, tapi sekarang kita sudah ekspor 6,24 miliar dolar AS setelah menjadi stainless steel slab.” ujarnya.

Menko dua periode ini menjelaskan, selama periode 2015-2019, total investasi di hilirisasi tambang sudah mencapai 40 miliar dolar AS. Ekspor besi dan baja sendiri bisa menembus angka 9 miliar dolar AS. Sedangkan untuk sektor nikel, nilai ekspornya sudah mencapai 14 miliar dolar AS. Sektor ini akan sangat berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia ke depan.

Ke depan Indonesia akan menjadi pemain penting dalam peta industri mobil listrik dunia. Hal ini merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk mencapai Paris Agreement pada 2030.

Paris Agreement merupakan kerangka kebijakan jangka panjang bagi negara-negara untuk mengurangi emisi karbon. Pada tahun itu, Eropa akan mewajibkan semua kendaraan berbasis listrik, dan melarang energi fosil.

"Itu kan tinggal 10 tahun lagi. Itu yang kita targetkan. Pada 2025-2027 juga mereka mulai terapkan berapa puluh persen harus pakai mobil listrik. Kita pun secara bertahap akan mengarah ke sana," tandasnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya