Berita

Bank Bukopin/Net

Politik

IMRI: Ke Mana Tanggung Jawab Bosowa Grup Pada Bukopin?

SENIN, 27 JULI 2020 | 14:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ikatan Mahasiswa Republik Indonesia (IMRI) meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak perlu takut dengan Bosowa Grup dalam rangka penyelamatan Bank Bukopin yang tengah mengalami persoalan likuiditas.

Presidium IMRI, Harjono menjelaskan, seharusnya, Bosowa Grup yang menguasai saham Bank Bukopin sebesar 23,4 persen harus bertanggung jawab.

“Peristiwa kekeringan likudiitas PT Bank Bukopin, seharusnya menjadi perhatian pemegang saham pengendali, yakni Bosowa Corporindo yang menguasai 23,4 persen saham,” kata Harjono dalam keteranganya, Senin (27/7).


Pemegang saham utama (PSU) PT Bank Bukopin adalah Bosowa 23,4 persen, BK Kookmin Bank 22 persen, Pemerintah Republik Indonesia 8,9 persen, dan Koperasi Karyawan Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) 5,14 persen.

Sementara sisanya masyarakat 45,7 persen dan selebihnya beberapa pemegang saham kecil.

Harjono mengatakan, di tengah situasi Covid-19, Pemerintah harus bergerak cepat dalam mengendalikan stabilitas ekonomi. Sehingga kepercayaan Investor Asing akan kembali pulih.

Namun, dia menyayangkan alih-alih membantu memulihkan ekonomi, Bosowa sebagai pemegang saham terbesar di Bank Bukopin malah sebaliknya.

“Malah memperpanjang masalah BK Kookmin Bank (Korea) yang akan membeli saham Bank Bukopin dengan cara meminta pemerintah untuk campur tangan dalam hal kekeringan likuiditas Bank Bukopin ini,” tandasnya.

Padahal saat ini, Bukopin membutuhkan dana segar untuk meningkatkan permodalan. Rasio permodalan bank berkode saham BBKP itu pada kuartal I/2020 tercatat menyusut menjadi 12,59 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya 13,29 persen.

“Kemana Bosowa selama ini? IMRI meminta OJK tidak perlu takut dengan Erwin Aksa sebagai pengendali Bosowa. Dan yang menjadi pertanyaan, apakah Bosowa Grup sebagai pemegang saham pengendali Bukopin tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan modal dan likuiditas Bukopin?” tanya Harjanto.

Untuk itu, Erwin Aksa selaku pemilik Bosowa Grup diharapkan jangan menekan OJK pasca KB Kookmin Bank telah menyetor dana segar sebesar 200 juta dolar AS ke ascrow account Bukopin.

“Bosowa dan Erwin Aksa harus paham jika pemegang saham tidak dapat memenuhi komitmennya maka kelak atas investor yang akan masuk, pemegang saham tidak dapat menghalangi investor tersebut untuk memperbaiki kondisi Bukopin,” tegas Harjanto.

Dengan begitu, IMRI meminta agar proses penyelamatan Bank Bukopin sesuai dengan kemaslahatan rakyat Indonesia, dan Bosowa Grup tidak merusak stabilitas ekonomi Indonesia untuk kepentingannya sendiri.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya