Berita

Direktur Perludem, Titi Anggraeni dalam diskusi daring bertema

Politik

Perludem: Sistem Penyelenggara Pemilu Harus Bertransformasi Untuk Hindari Sengketa

MINGGU, 26 JULI 2020 | 21:59 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kecurangan terhadap penyelenggaraan Pemilu tidak dapat terhindarkan karena sejak awal pembahasan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu tidak berjalan maksimal.

Sikap pesimistis tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini dalam diskusi virtual bertema 'Memperkuat Keadilan Pemilu Melalui Penataan Sengketa Proses Dalam RUU Pemilu'.

"Oleh karenanya penyelenggara pemilu harus bertransformasi ke sistem solid yang adil, efektif, tidak birokratis, menjaga independensi lembaga yang berwenang dan memberikan efek jera," ujarnya melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, Minggu (26/7).


Titi pun menyarankan agar dibuatkan pembagian kerja yang lebih jelas dan sederhana bagi penyelenggara pemilu dengan keberimbangan pada perlakuan. Dirinya juga meminta agar hakim sebagai pemutus perkara tidak boleh yang mempunyai kepentingan dengan peristiwa yang diputus.

"Tak kalah penting, Bawaslu juga perlu diperkuat menjadi institusi yang melakukan penyelesaian pelanggaran administrasi dan sengketa proses pemilu," sambung Titi.

Tak hanya itu, ia meminta agar penyelenggara pemilu dapat memberikan jaminan perlindungan hukum pada saksi dan korban dengan rasa aman dan bebas dari ancaman atau intimidasi.

Terkait proses pidana, Titi menyarankan agar sepenuhnya dapat ditangani sistem peradilan pidana yakni polisi, jaksa, dan pengadilan.

"Yang terakhir penyelenggara pemilu harus menyediakan mekanisme penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa yang ramah pada perempuan," tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya