Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) saat Bimtek Pilkada 2020/RMOL

Politik

Golkar Pilih Politik Tanpa Mahar Untuk Pilkada 2020

MINGGU, 26 JULI 2020 | 17:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politik tanpa mahar menjadi kebijakan yang ditegaskan Partai Golkar dalam menyongsong pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 yang dilangsungkan di sejumlah daerah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam acara 'Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Dalam Rangka Pilkada Serentak 2020' di Hotel Pullman, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Minggu (26/7).

"Tadi saya menyampaikan bahwa dalam Pilkada ini Partai Golkar sudah memberikan kebijakan atau policy politik Pilkada tanpa mahar," ujar Airlangga di lokasi.


Saat ini, kata Airlangga, kebijakan tersebut telah masuk dalam tahap pemenangan wilayah masing-masing.

"Oleh karena itu, Partai Golkar memanggil Ketua DPRD dan pimpinan fraksi di Provinsi Jatim, Bali, NTB dan NTT. Mereka ini yang akan menjadi ujung tombak di daerah masing-masing," urainya.

Untuk dapat memenangkan Pilkada 2020 ini, Golkar akan terus melakukan konsolidasi politik yang dibuat menjadi enam gelombang untuk 270 daerah yang bakal mengikuti Pilkada serentak 2020.

Sementara itu, berbeda dengan partai politik lain yang membentuk Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) secara ad hoc, Golkar menegaskan akan menunjuk secara permanen hingga 2024 mendatang.

"Partai Golkar menyiapkan seluruh pemenangan pemilu baik itu badan pemenangan pemilu maupun persiapan saksi sebagai badan yang profesional dan bekerja mulai sekarang sampai ke 2024 nanti dan seluruhnya akan dilakukan pelatihan," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya