Berita

Salah satu sudut kota Kaesong, Korea Utara/RMOL

Dunia

Pembelot Diduga Bawa Covid Ke Korea Utara, Dubes RI: Pyongyang Masih Seperti Biasa

MINGGU, 26 JULI 2020 | 15:44 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Seorang pelarian politik atau talbukja yang belum dijelaskan identitasnya diduga kuat membawa virus corona baru atau Covid-19 ke Korea Utara. Ia memasuki Korea Utara melalui Kaesong yang berada di dekat garis perbatasan dengan Korea Selatan.

Kota yang berjarak 172 kilometer dari ibukota Pyongyang itu telah ditutup sejak hari Jumat kemarin (24/7).

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Dutabesar RI untuk Republik Rakyat Demokratik Korea, Berlian Napitupulu, mengatakan, sejauh ini situasi di ibukota Pyongyang masih seperti biasa.


“Belum terlihat ada perubahan. Tapi sejak awal Juli, Pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan agar sistem darurat anti epidemi tetap di-maintain bahkan ditingkatkan,” ujar Dubes Berlian Napitupulu.

Kantor Berita KCNA melaporkan, sang talbukja meninggalkan Korea Utara tiga tahun lalu. Dia memasuki Kaesong pada 19 Juli lalu.

Juga disebutkan bahwa pembelot itu telah dikarantina untuk menghindarkan penyebaran lebih lanjut. Begitu juga orang-orang yang bertemu dengannya dalam lima hari terakhir.

Bila sang pembelot dinyatakan positif terjangkit Covid-19, maka ini adalah kasus Covid-19 pertama di negeri Kim Jong Un itu. Korea Utara menutup perbatasan negara segera setelah Republik Rakyat China menutup kota Wuhan di Provinsi Hubei yang menjadi titik nol penyebaran Covid-19 pada tanggal 21 Januari lalu.

Korea Utara menduga sang pembelot itu sengaja disusupkan memasuki wilayah mereka. Bulan lalu, kelompok talbukja di Korea Selatan juga membuat ulah. Mereka melepaskan balon-balon propaganda ke wilayah Korea Utara yang berisi kecaman dan olok-olok terhadap pemimpin Korea Utara.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya