Berita

Waketum Gerindra, Arief Poyuono saat jadi narsum webinar/Repro

Politik

Menurut Arief Poyuono, Pemerintah Belum Serius Tangkap Buronan Djoko Tjandra

SABTU, 25 JULI 2020 | 20:21 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai hingga saat ini belum terlihat keseriusan pemerintahan Joko Widodo untuk menangkap terpidana hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra yang dikabarkan berada di luar negeri.

“Tidak ada keberanian politik dari pemerintah untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Indonesia bahwa koruptor itu harus ditangkap,” kata Arief dalam diskusi virtual bertajuk “Jerat Buron Tutup Celah Korupsi” Sabtu (25/7).

Selain tidak seriusnya pemerintah, kata Arief, kondisi tersebut juga diperparah lantaran masih adanya oknum-oknum penegak hukum yang melakukan moral hazard.


Bahkan, Arief meyakini, leluasanya Djoko Tjandra keluar masuk Indonesia karena dibantu oleh oknum-oknum penegak hukum di Indonesia.

“Jadi kembali lagi, semua koruptor yang kabur ke luar negeri tidak mungkin bisa kalau tidak ada kerjasama dengan penegak hukumnya,” tandas Arief.

Arief juga mengamini bahwa para koruptor memiliki jaringan yang kuat tidak hanya kepada penegak hukum melainkan juga ke partai politik atau politisi yang sedang memegang kekuasaan.

Untuk itulah Arief berharap, pada Pilpres 2024 yang akan datang muncul calon-calon pemimpin Indonesia yang tidak memiliki kepentingan baik langsung maupun tidak dengan mereka para koruptor.

“Artinya bisa melakukan penegakan hukum secara maksimal dan menatanya lebih baik sehingga tidak bisa dipengaruhi,” demikian Arief.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya