Berita

Presiden Komisaris Garda Digital Indonesia, Boris Syaifullah saat mendapat Indonesia Most Admired Leader Award 2020/Net

Bisnis

Bertekad Sejahterakan Ojol, Boris Syaifullah Raih Indonesia Most Admired Leaders Award 2020

SABTU, 25 JULI 2020 | 15:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rasa syukur disampaikan Presiden Komisaris Garda Digital Indonesia, Boris Syaifullah usai mendapat penghargaan dari Indonesia Development Achievement Foundation.

Penghargaan yang diberikan kepada figur-figur inovatif di tanah air itu bertajuk Indonesia Most Admired Leader Award 2020 yang digelar di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (24/7).

Di tahun ini, penghargaan tersebut turut diberikan kepada Boris Syaifullah untuk kategori “Outstanding Enterpreneur In Creative and Inovation Quality Of The Year 2020”.


Boris Syaifullah merupakan preskom PT Garda Digital Indonesia yang merupakan bagian dari Borsya Group, sebuah perusahaan startup di bidang teknologi yang memberikan beberapa keuntungan bagi para mitra driver ojol.

Melalui Garda Digital Indonesia, para mitra driver ojol yang telah terdaftar bisa mendapatkan kemudahan dalam BPJS kesehatan, e-voucher, dan fasilitas beasiswa.

Boris Syaifullah sendiri menjelaskan bahwa dirinya bertekad agar para mitra driver ojol bisa mendapatkan kesejahteraan. Apalagi, mitra driver ojol ini pun salah satu profesi yang paling sering digunakan dan diandalkan.

“Alhamdulillah menerima penghargaan dari Indonesia Development Achievement Foundation (IDAF),” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (25/7).

Selain bersyukur, Boris Saifullah mengatakan bahwa penghargaan yang diraih akan menjadi motivasi baginya untuk meningkatkan kerja keras mencapai hasil yang lebih baik lagi.

"Sebuah penghargaan bukan sanjungan yang harus terus diingat, akan tetapi bentuk motivasi dan kerja keras yang harus ditingkatkan," tegasnya.

Terpisah, CEO Indonesia Development Achievement Foundation, Yuli Nurliana berharap ajang penghargaan ini dapat memberi masyarakat Indonesia inspirasi dari para tokoh yang dianugerahi.

Ini lantaran bangsa Indonesia membutuhkan tokoh-tokoh yang mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat agar semakin banyak sumber daya manusia berkualitas yang bisa menciptakan berbagai inovasi.

“Dengan begitu bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dengan pesat dan menjadi bangsa yang dihargai di mata dunia," tuturnya.

Penghargaan ini sendiri dilakukan berdasarkan penilaian melalui survei dan pengamatan selama 7 bulan. Para tim pengamat dan panitia melakukan penilaian dan pemantauan secara objektif. Sementara penerima penghargaan berasal dari berbagai kalangan seperti tokoh pendidik, pengusaha, eksekutif, profesional dan publik figur. 

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya