Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Menko Airlangga: Penyaluran Bantuan KUR Berbasis Klaster Akan Lebih Efisien

JUMAT, 24 JULI 2020 | 18:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pastikan realisasi bantuan stimulus kredit usaha rakyat (KUR) saat pandemik Covid-19 sudah berjalan cukup baik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bantuan itu diantaranya bantuan tambahan subsidi bunga KUR, penundaan angsuran, dan perpanjangan jangka waktu.

"Tambahan subsidi bunga KUR diberikan kepada 1.659.376 debitur dengan baki debet Rp 56,5 triliun," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, (23/7).


"Penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada 1.549.746 debitur dengan baki debet Rp 462 triliun, dan relaksasi KUR, berupa perpanjangan jangka waktu diberikan kepada 1.557.044 debitur dengan baki debet Rp 46.1 triliun," katanya menjelaskan.

Dalam penyaluran bantuan KUR, Menko Airlangga menjelaskan akan mengedepankan pada klaster KUR untuk tujuan efisiensi.  

"KUR ini didorong untuk semua sektor, tapi kita akan fokus membangun KUR berbasis kelompok atau klaster, karena akan lebih efisien untuk perekonomian," ucapnya.

KEtua Umum Partai Golkar ini menyebutkan, penyaluran KUR klaster akan diringi dengan pendampingan dan pemasaran produk UMKM dengan melibatkan mitra usaha, seperti perusahaan swasta dan negara.

Sambungnya, KUR bakal disalurkan kepada kelompok/klaster dengan skema KUR khusus dengan bisnis model one village one product (OVOP) atau one pesantren one product (OPOP) melalui pembiayaan KUR.

"Terdapat 729 potensi penyaluran KUR klaster yang terdiri dari 21 potensi penyaluran KUR klaster OVOP. Berdasarkan data yang disampaikan oleh penyalur KUR kepada Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM dan dan delapan  KUR klaster OPOP berdasarkan Koordinasi Kemenko Perekonomian bersama stakeholder terkait," jelasnya.

Airlangga juga menjelaskan mengapa bantuan KUR penting untuk disalurkan karena sektor UMKM berperan penting dalam perekonomian.

Airlangga mencontohkan, jumlah usaha mikro tahun 2018 sebesar 63,35 juta unit yang memberikan kontribusi terhadap PDB pada tahun itu sebesar 61,07 persen.

"Selain berkontribusi pada PDB, sektor usaha mikro berkontribusi juga terhadap tenaga kerja. Kontribusi tenaga kerja UMKM terhadap total tenaga kerja mencapai 97 persen dan kontribusi ekspor UMKM terhadap total ekspor nonmigas mencapai 14,37 persen," pungkas Airlangga.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya