Berita

Akhyar Nasution bersama Ketua PKS Medan Salman Alfarisi/Net

Politik

"Dibuang" Dari PDIP, Akhyar Nasution Bakal Diusung PKS Dan Demokrat

JUMAT, 24 JULI 2020 | 17:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Demokrat di bawah kepengurusan baru Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono bersilaturahmi dan mengunjungi Presiden PKS M. Sohibul Iman beserta jajaran, di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (24/7).

Dalam safari politik itu, Demokrat tidak hanya membahas urusan negara, tapi juga Pilkada serentak 2020. Kedua partai tersebut akan berkoalisi dalam pilkada, termasuk di Pilkada Kota Medan.

Di Medan sendiri, PKS memiliki tujuh kursi, sedangkan Demokrat sebanyak empat kursi, dan dinilai cukup untuk mengusung calon kepala daerah, lantaran hanya membutuhkan sembilan kursi.


"Kalau PKS dan Demokrat sudah cukup, bisa berlayar insyaAllah," kata Presiden PKS M. Sohibul Iman usai bertemu AHY.

Sohibul menyampaikan PKS dan Demokrat akan mengusung Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution untuk Calon Walikota Medan yang diklaim Sohibul sebagai mantan kader PDI Perjuangan dan telah bergabung di Demokrat.

"Di Medan konstelasinya, hari ini belum ada laporan resmi dari DPD Medan ke DPP PKS, tetapi yang sudah tersampaikan adalah mereka sekarang sedang komunikasi politik untuk mengusung calon di luar (partai), sedang runding, yang menguat adalah Pak Akhyar," ucapnya.

Sohibul menerangkan, tidak masalah bagi PKS dan Demokrat mendukung Akhyar meskipun tokoh yang dimaksud mantan kader PDIP. Sebab, Akhyar saat ini sudah berstatus sebagai kader Demokrat.

"Pak Akhyar sudah masuk menjadi kader Demorkat dan ini mudah-mudahan menjadi koalisi Demokrat dan PKS," tutupnya.

Disebut-sebut, Akhyar Nasution nantinya akan berpasangan dengan kader PKS.

Akhyar Nasution "terbuang" dari PDIP karena menantu Presiden Joko Widodo, M. Bobby Afif Nasution juga ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Dan kelihatannya, partai Akhyar Nasution bernaung selama ini bakal mengusung Bobby Nasution, suami Kahiyang Ayu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya