Berita

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo/Net

Politik

Kadin: Edhy Prabowo Adalah Menteri Yang Mau Mendengar Masukan Dan Solutif

KAMIS, 23 JULI 2020 | 22:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan mengaku puas dengan kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Berdasarkan hasil survei Indikator, Menteri Edhy keluar sebagai menteri dengan kinerja terbaik di sektor kelautan dan perikanan.   

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menyebut Menteri Edhy layak mendapat penilaian tersebut. Menurutnya, Edhy adalah menteri yang mau mendengar dan solutif.


"Kenapa cukup baik tanggapan dari teman-teman? Mungkin, Pak Edhy mau mendengar semua masukan dan mau mencari jalan keluar, solusi-solusi apa yang bisa diterapkan, apalagi di kondisi covid sekarang," terang Yugi saat menjadi narasumber dalam acara rilis hasil survei Indikator tentang "Evaluasi Pelaku Usaha terhadap Kinerja Ekonomi dan Pemerintahan di Masa Pandemik", Kamis (23/7).

Yugi juga menilai Menteri Edhy paham betul persoalan di bidang kelautan dan perikanan lantaran pernah duduk di Komisi IV DPR. Misalnya, persoalan cantrang dan benih lobster yang belakangan ramai diperbincangkan.

Penilaian positif lainnya, lanjut Yugi, Menteri Edhy mendorong reformasi birokrasi di KKP. Pengurusan izin kapal di atas 30 GT kini sudah bisa dilakukan online melalui Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (SILAT).

"Izin dulu agak lama, sekarang dengan adanya SILAT bisa online. Jadi tidak perlu bertemu untuk mengurus izin-izin," katanya.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Indikator untuk sektor kelautan dan perikanan, Menteri Edhy berada di posisi teratas dengan raihan 41 persen.
Menteri Edhy unggul dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Tohir yang berada di posisi 2 dan 3 dengan perolehan masing-masing 34 persen dan 21 persen.

"Di kalangan sektor kelautan dan perikanan, penilaian terhadap Edhy Prabowo tinggi sekali. Jadi di kandangnya sendiri, di bagian stakeholder utama KKP, dia justru mendapat banyak kredit," ujar Direktur Eksekutif Survei Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi saat membacakan hasil survei.

Survei Indikator melibatkan 1.200 responden yang terdiri dari tujuh pelaku usaha di tujuh sektor, yakni pertanian non perikanan dan kelautan; perikanan dan kelautan; pertambangan dan penggalian; industri pengolahan; konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi perawatan mobil dan sepeda motor; serta sektor pengangkutan dan pergudangan. Survei dilakukan melalui wawancara telepon selama 29 Juni sampai 11 Juli 2020.

Secara keseluruhan sektor usaha, Menteri Edhy berada di posisi enam. Peringkat teratas ada Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya