Berita

Industri pembuatan masker kesehatan di Maroko/Net

Dunia

Mampu Beradaptasi Selama Pandemik, Industri Maroko Diakui Oxford Business Group

KAMIS, 23 JULI 2020 | 18:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di era pandemik Covid-19, pemerintah dan bisnis dituntut untuk lincah dalam beradaptasi, tidak melulu mengandalkan rantai pasokan dari luar negeri, melainkan mengembangkan produksi secara domestik.

Hal tersebut ternyata sudah dilakukan dengan baik oleh Maroko. Bahkan Oxford Business Group (OBG) yang berbasis di London memuji langkah-langkah signifikan yang diambil Maroko untuk mendiversifikasi dan memperkuat ekonomi industri mereka di tengah pandemik.

Dalam laporan yang dirilis OBG bersama Badan Investasi dan Pengembangan Ekspor Maroko (AMDIE) pada pekan lalu, negeri Matahari Terbenam tersebut terbukti mampu membangun aset industri yang dapat memenuhi kebutuhan bukan hanya di dalam negeri, namun juga di luar negeri, khususnya dalam sektor peralatan medis. Sementara, rantai pasokan global sendiri terganggu karena pandemik.


Menurut OBG, industri Maroko di tengah pandemik Covid-19 merupakan yang terkuat di Afrika. Maroko memiliki 54 klaster industri yang terbagi ke dalam otomotif, aeronautika, agribisnis, tekstil, hingga farmasi.

Selama wabah, Maroko berhasil untuk memenuhi kebutuhan masker dalam negeri dan bahkan mengekspornya.

Terhitung antara 21 Mei hingga 8 Juni, sebanyak 69 perusahaan Maroko memproduksi dan mengekspor 18,5 juta masker ke 11 negara, termasuk Prancis, Portugal, Spanyol, dan Jerman.

"Produsen tekstil tidak hanya mampu mengatasi tantangan langsung, tetapi berhasil memanfaatkan peluang baru yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan," bunyi laporan tersebut, mengutip keterangan yang diterima redaksi, Kamis (23/7).

Selain itu, adaptasi industri juga terlihat ketika perusahaan penerbangan beralih produksi ke ventilator, yang menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa pasien Covid-19.

“Perangkat ini diproduksi dengan komponen domestik yang kompetitif dan sudah tersedia. Karakteristik teknis serta kinerjanya memenuhi semua standar medis internasional yang relevan. Selain itu, konsorsium menyediakan petunjuk terperinci mengenai cara membuat respirator untuk memungkinkan produksi meningkat dengan cepat," sambung laporan tersebut.

Dengan kemajuan ini, laporan tersebut menyebut, Maroko menjadi negara yang ramah investasi dan infrastruktur. Sehingga para produsen di Asia yang mengalami gangguan rantai pasokan kemungkinan akan melirik Maroko dan tidak lagi mengejar strategi nearshoring.

Kemajuan tersebut juga terbukti dengan data indeks kemudahan bisnis dari Bank Dunia 2020 yang menyatakan, Maroko berada di peringkat ke-53 dari 190 negara.

“Posisi Maroko sebagai pemimpin manufaktur regional dan lokasi strategisnya bergabung dengan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah memberikan peluang untuk ekspansi lebih lanjut, yaitu membangun kemitraan yang sudah ada dengan perusahaan-perusahaan Eropa dan AS," ujar OBG.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya