Berita

Tambang Freeport di Papua/Net

Politik

Akuisisi Freeport Utang Rp 55 T, Demokrat : Jangan Ada Yang Ditutup-tutupi

KAMIS, 23 JULI 2020 | 11:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dua tahun lalu, pemerintah Indonesia secara membanggakan menginformasikan kepada publik bahwa Indonesia telah berhasil merebut 51 persen saham PT. Freeport lewat PT. Inalum (Persero) melalui Kementerian ESDM.

Dirut PT. Inalum, Oerias Petrus Moedak menyampaikan bahwa untuk akuisisi perusahaan tersebut pemerintah meminjam uang. Beberapa waktu lalu, saat rapat kerja bersama Dirut Inalum, Komisi VI DPR mempertanyakan perihal utang tersebut.

Oerias mengatakan utang tersebut akan dilunasi dengan pinjaman kembali. Adapun utang Inalum untuk mengakuisisi Freefort sebesar Rp. 55 triliun.


Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron menyampaikan bahwa utang Inalum dalam mengakuisisi Freeport menjadi beban dan tanggung jawab pemerintah.

"Saya kira ini harus dikonfirmasi antara akuisisi Inalum dan Freeport ini. Jadi menurut saya memang secara financial, secara kinerja, kemudian laporan keuangan kita harus diaudit itu. Karena, apakah masih sesuai enggak, dengan rencana kerja pada waktu divestasi itu dilakukan," ujar Herman Khaeron kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (23/7).

"Kalau tidak, kemudian menjadi rugi," imbuhnya menambahkan.

Herman Khaeron mempertanyakan perihal posisi Inalum dalam divestasi perusahaan Freeport tersebut dan meminta agar transparan mengenai jumlah utang yang dibebankan pemerintah perihal tambang emas di Papua itu.

"Esensi kita melakukan akuisisi, gimana itu posisinya? Apalagi kalau kemudian menjadi beban utang, untung tidak utang iya. Lantas, ada banyak hal yang ditutup, mungkin dari mekanisme dan tata cara mungkin ini yang harus kita ungkap," tuturnya.

"Kan ini menurut saya menjadi tugas kami di DPR untuk membuat transparansi kerja dari seluruh BUMN, maupun dengan mitra BUMN-nya. Bukan hanya BUMN-nya yang sesungguhnya itu menggunakan uang negara, menjadi tanggung jawab negara. tapi anak-anak perusahaannya itu, berikut dengan mitra perusahaannya," jelasnya.

Herman Khaeron berharap dengan masuknya MIND.ID sebagai anak perusahaan PT. Inalum yang mengurusi Freeport tidak ada unsur saling menguntungkan yang membuat keuangan negara ambruk.

"Jangan sampai kemudian, ada muatan-muatan mitra perusahaannya diuntungkan, milik negaranya yang jadi rugi," tutupnya menekankan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

Pemulihan Pasien Pasca-Stroke Lewat Teknologi Robotik, Siapa Takut?

Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:03

10 Film Hollywood Dirilis Sepanjang 2026, Ada Spider-Man hingga Avengers: Doomsday

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:43

Huntara Bener Meriah Ditargetkan Siap Huni Jelang Ramadan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:21

Perbaikan Program MBG untuk Indonesia Emas Menggema di Yogyakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:00

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai dengan Dukungan Sarana TPS3R Sekar Tanjung di Bali

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:54

Masuk Angin Vs GERD, Obat Herbal Tak Selalu Aman

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:09

Prabowo Curhat Tiap Mau Berantas Korupsi Ada Kerusuhan dan Adu Domba

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:51

PDIP Ajak Teladani Perjuangan Fatmawati Soekarno

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:15

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:48

Kawal Ketat Pergub Penggunaan Air Tanah di Gedung Jakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:27

Selengkapnya