Berita

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in/Net

Bisnis

Jatuh Ke Dalam Jurang Resesi, Korsel Optimis Bisa Rebound Pada Kuartal Ketiga 2020

KAMIS, 23 JULI 2020 | 11:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hantaman pandemik Covid-19 dan segala pembatasan sosial yang dilakukan membuat Korea Selatan secara resmi mencatatkan resesi pertamanya sejak 2003 pada kuartal kedua 2020.

Mengutip Bank of Korea pada Kamis (23/7), Reuters melaporkan, produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan mengalami penurunan sebesar 3,3 persen pada kuartal kedua, lebih buruk dari jajak pendapat yang hanya mencatatkan kontraksi sebesar 2,3 persen.

Pada kuartal sebelumnya, PDB Korea Selatan sudah menurun sebanyak 1,3 persen.


Ekspor barang dan jasa yang menjadi keunggulan Korea Selatan anjlok sebesar 16,6 persen, terburuk sejak kuartal terakhir pada 1963. Angka tersebut hampir 40 persen dari PDB tahun lalu.

Konsumsi swasta yang menghasilkan hampir setengah dari PDB Korea Selatan, mulai naik 1,4 persen dari kuartal sebelumnya. Di mana kuartal sebelumnya turun 6,5 persen.

Jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya, PDB Korea Selatan turun 2,9 persen, penurunan terbesar sejak kuartal keempat 1994 dan lebih buruk dari jajak pendapat yang memprediksi penurunan hanya terjadi 2 persen.

Kenyataan ini membuat kekuatan ekonomi ke empat Asia tersebut bergabung dengan Jepang, Thailand, dan Singapura di dalam jurang resesi.

Meski begitu, para analis dan pembuat kebijakan optimis akan prospek pemulihan yang lebih cepat untuk Korea Selatan, dibanding negara-negara di kawasan lainnya.

"Adalah mungkin bagi kita untuk melihat rebound gaya China pada kuartal ketiga karena pandemik melambat dan aktivitas produksi luar negeri, sekolah, serta rumah sait berlanjut," ujar Menteri Keuangan Korea Selatan, Hong Nam-ki, merujuk pada pertumbuhan ekonomi China yang mulai naik pada kuartal kedua setelah terperosok pada kuartal pertama.

Sejauh ini, Korea Selatan telah melapoprkan hampir 14 ribu infeksi Covid-19 dengan sekitar 300 kematian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya