Berita

Ilustrasi vaksin Covid-19/Net

Kesehatan

Selain Vaksin Sinovac, Indonesia Juga Kerja Sama Dengan Genexine Korsel Dan CEPI

KAMIS, 23 JULI 2020 | 10:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kebutuhan akan vaksin Covid-19 menjadi sangat penting. Untuk itu, Indonesia melakukan kerja sama dengan entitas asing untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dengan segera.

Demikian yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual pada Kamis (23/7). Ia mengatakan, selain dengan Sinovac dari China, Indonesia juga melakukan kerja sama dengan beberapa entitas lainnya.

"Indonesia setidaknya tengah menjalin komunikasi intensif yaitu antara Bio Farma dan Sinovac dari RRT untuk jenis inaktivasi virus, kemudian Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan untuk jenis vaksin DNA. Dan yang ketiga, Bio Farma dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI)," ujar Retno.


Untuk Sinovac, Retno menjelaskan, kerja sama telah dilakukan dari tahap awal. Di mana pada 27 Mei 2020, Dutabesar Indonesia untuk Beijing, Djauhari Oratmangun, melakukan pertemuan dengan CEO Sinovac di fasilitas pengembangan vaksin.

Setelah itu, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Bio Farma, Badan POM, dan Lembaga Eijkman.

Hingga pada 19 Juli 2020, Tim Kemlu dan Bio Farma menerima 2.400 unit sampel vaksin untuk uji klinis tahap 3 yang akan dilakukan pada akhir Juli hingga akhir Desember 2020.

"Per tanggal 21 Juli 2020, Sinovac adalah salah satu dari 5 kandidat vaksin terdepan yang telah memasuki fase 3 uji klinis ke manusia dari 166 kandidat vaksin," ungkap Retno.

Terkait kerja sama antara Sinovac dan Bio Farma, Retno menekankan, keduanya melakukan kerja sama setara. Artinya, jika uji klinis terbukti efektif, Bio Farma bisa memproduksi vaksin tersebut sendiri, yaitu dengan kapasitas 100 juta dosis per tahun.

Meski begitu, saat ini Bio Farma berusaha ditingkatkan menjadi 250 juta dosis per tahun. Kemlu pun ikut terlibat dengan membantu memfasilitasi kedatangan tenaga ahli dari Eropa yang sangat dibutuhkan.

"Jika kebutuhan dalam negeri nantinya telah terpenuhi, maka Indonesia juga akan mampu memberikan kontribusi bagi pemenuhan vaksin ini ke dunia," sambungnya.

Untuk kerja sama antara Kalbe Farma dan Genexine dari Korea Selatan, sejak Juni 2020, Dutabesar RI di Seoul Ibnu Hadi menjadi fasilitator.

Vaksin jenis DNA yang dikembangkan Genexine saat ini sedang dalam uji klinis tahap 1 hingga Agustus. Sedangkan uji klinis tahap 2 direncanakan akan dimulai di Indonesia pada September atau Oktober 2020.

"Kerja sama vaksin antara Bio Farma dan CEPI dimulai sejak April 2020. Konsulat dan KBRI kita di Oslo telah melakukan komunikasi dan penyampaian proposal," papar Retno.

Hasilnya, Indonesia telah masuk dalam daftar pendek manufaktor potensial untuk memproduksi vaksin CEPI. Di mana CEPI merupakan salah satu platform public private partnership (PPP) terdepan dalam pengembangan vaksin.

Setidaknya ada beberapa kandidat vaksin CEPI telah masuk dalam tahap uji klinis, di antaranya Inovio, Moderna, AstraZeneca, CureVac, dan Clover Biopharmaceuticals.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya