Berita

Hasil survei Charta Politika terhadap ekeltabilitas partai politik menuju Pemilu 2024/Net

Politik

Meski Diterpa Isu Negatif, Elektabilitas PDIP Masih Nomor Satu, Disusul Gerindra

KAMIS, 23 JULI 2020 | 01:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih tinggi dalam survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia terkait elektabilitas partai politik dalam Pileg 2024.

"Elektabilitas parpol, ini asumsi bila Pileg dilakukan dengan metode tertutup. PDIP masih berada di peringkat pertama 20,5%, kedua Gerindra 14,2%, Golkar 10,3%, PKB 8,7%, PKS 8,1%," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, Rabu (22/7).

Selanjutnya ada Partai Nasdem dengan elektabilitas 8,0 %, Partai Demokrat 6,0 %, Partai Amanat Nasional (PAN) 2,3 %, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 2,2 %, Perindo 1,7 %, dan PSI 1,6 %. Di luar partai tersebut elektabilitasnya masih di bawah 1 persen.


Dengan elektabilitas tersebut menunjukkan bahwa PDIP sebagai partai pemenang pemilu 2019 masih menjadi idola meski belakangan diterpa beragam isu.

"Walaupun diterpa banyak berita negatif untuk menjatuhkan partai politik yang diketuai Megawati Soekarnoputri ini, tapi kepercayaan masyarakat terhadap PDIP masih tinggi," tandasnya.

Survei ini dilakukan kepada 2.000 responden yang disodori 16 partai nasional peserta pemilu dengan pertanyaan jika pemilu legislatif dilaksanakan hari ini, partai politik manakah yang bapak/ibu/saudara pilih.

Survei dilakukan melalui wawancara telepon dengan metode simple random sampling pada 6-12 Juli 2020. Margin of error sebesar 2,19% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya