Berita

Sosiolog senior, Musni Umar, menilai survei terkait elektabilitas tak dibutuhkan masyarakat yang tengah berjuang melawan pandemik Covid-19/Net

Politik

Sebut Survei Jadi Ladang Bisnis, Musni Umar: Hasilnya Tergantung Siapa Yang Biayai?

RABU, 22 JULI 2020 | 12:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Survei-survei yang dilakukan sejumlah pihak dinilai bukan hal yang dibutuhkan pada saat ini. Sehingga ada dugaan hasil survei tersebut sengaja diumumkan untuk mengalihkan perhatian masyarakat yang tengah kesulitan menghadapi pandemik Covid-19.

Seperti diketahui, Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional terbarunya tentang kondisi politik dan ekonomi di tengah wabah virus corona baru (Covid-19).

Salah satu hasilnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menduduki posisi teratas dalam survei elektabilitas calon presiden (Capres). Disusul Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.  


Menanggapi hasil survei tersebut, sosiolog Musni Umar menilai, survei Capres tersebut sama sekali tidak diperlukan di tengah suasana pandemik Covid-19.

"Patut diduga survei untuk mengalihkan perhatian rakyat yang sedang alami kesulitan ekonomi," jelas Musni melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (22/7).

"Survei sudah jadi bisnis. Hasilnya tergantung siapa yang biayai?" sambung Rektor Universitas Ibnu Chaldun itu.

Untuk diketahui, survei nasional Indikator Politik Indonesia digelar pada periode 13-16 Juli 2020. Survei dilakukan dengan kontak telepon dengan sampel sebanyak 1.200 responden.

Survei ini menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya