Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat mengumumkan koalisi Gerindra-PDIP untuk Pilwalkot Tangsel/RMOL

Politik

Jika Mesin PDIP-Gerindra Maksimal, Dinasti Ratu Atut Di Tangsel Bisa Digoyang

RABU, 22 JULI 2020 | 05:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keputusan PDIP berkoalisi dengan Partai Gerindra dengan mengusung Muhamad-Rahayu Saraswati di Pilkada Tangerang Selatan telah mewarnai peta kekuatan di Pilwalkot Tangsel.

Menurut Direktur Survey and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, hadirnya Muhamad-Rahayu menggoyang dominasi dinasti Atut yang tercermin pada pasangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan.

"Muhamad-Rahayu ini duet maut yang berpotensi memenangkan Pilkada Tangsel 2020 dan merupakan paket koalisi besar antara PDIP dan Gerindra," kata Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (21/7).


Muhamad diketahui saat ini menjabat Sekda Tangsel, sementara Saraswari adalah mantan anggota DPR Partai Gerindra yang juga keponakan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

"Jika mesin parpol PDIP dan Gerindra berjalan maksimal, diprediksi Muhamad dan Saraswati bisa menjadi pemimpin baru di Tangsel periode 2020-2025. Pemilih muda dan komunitas betawi yang tinggal di Tangsel cenderung bisa diraup oleh pasangan ini," tegasnya.

Hal itu diperkuat dengan kinerja incumbent, yakni pada pemerintahan Walikota Airin-Davnie belum menunjukkan keberhasilan.

"Airin-Davine yang sudah memerintah selama dua periode di Tangsel tidak menunjukkan kemajuan pembangunan yang diharapkan warga, terutama generasi muda dan kaum pribumi di Tangsel," sambung dosen Universitas Jayabaya ini.

Merujuk data demografi, jelasnya, mayoritas warga Tangerang Selatan didominasi oleh kaum milenial. Ada sekitar 40% generasi milenial Tangsel sebagai pemilih pemula di Pilkada Tangsel 2020.

"Merujuk data ini, program dan strategi yang jitu bagi pribumi dan kaum muda Tangsel akan menjadi penentu kemenangan di Pilkada Tangsel 2020," tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya