Berita

Mantan Jurubicara Presiden keempat Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi/RMOL

Politik

Adhie Massardi: Kalau KPK Serius, Wahyu Nggak Perlu JC Untuk Bongkar Kebusukan KPU

SELASA, 21 JULI 2020 | 03:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengajuan justice collaborator oleh mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan tidak akan menghasilkan apapun bila tak disikapi serius oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sebetulnya semua tergantung KPK yang garap Wahyu. Kalau nyanyian WS (Wahyu Setiawan) tidak ditindaklanjuti, jatuhnya bisa dianggap fitnah," kata mantan Jurubicara Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi di akun Twitternya, Senin (20/7).

Dalam pernyataannya, tim penasihat hukum Wahyu memastikan kliennya akan buka-bukaan bila permohonan JC dikabulkan.


Bahkan tak hanya soal kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih 2019-2024 Fraksi PDIP Dapil Sumsel 1, Wahyu Setiawan juga bersedia membuka dugaan kecurangan pada Pilpres 2019.

Akan tetapi, kata Adhie Massardi, hal ini tentu akan sia-sia bila KPK pimpinan Firli Bahuri tak serius menangani kasus yang juga menyeret kader PDIP, Harun Masiku yang hingga kini belum jelas keberadaannya.

"Jika KPK serius, enggak perlu jadi JC untuk bongkar semua kebusukan KPU. Mulai saja dari tangkap Harun Masiku, juga yang sembunyikan dia," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya