Berita

Presiden Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Pengamat: Percuma Mau Kalahkan Gibran Kalau Lawannya Bukan Achmad Purnomo, Yang Ada Nanti Muncul "Calon Boneka"

SELASA, 21 JULI 2020 | 02:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Posisi bakal calon Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang akan maju bersama pasangannya, Teguh Prakosa sulit ditandingi kubu lawan.

Selain Solo merupakan basis PDIP, posisi Presiden Joko Widodo yang juga merupakan ayah Gibran masih memiliki pengaruh besar untuk merengkuh suara di Pilwalkot Solo.

Demikian disampaikan Direktur Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara dalam merespons dinamika politik di Pilwalkot Solo usai pengumuman resmi yang disampaikan PDIP sebagai parpol pengusung.


Kendati demikian, keperkasaan Gibran-Teguh yang juga disokong mayoritas parpol pemilik kursi DPRD Surakarta itu bisa saja dilawan dengan mengambil ceruk simpati pendukung Achmad Purnomo, politisi PDIP yang tergeser oleh Gibran sebagai bakal calon Walikota Solo.

"Gagalnya Achmad Purnomo mendapat rekomendasi dari PDIP sebenarnya menimbulkan banyak kekecewaan kader-kader PDIP yang sudah berjuang dari bawah," kata Igor Dirgantara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/7).

Setelah itu, kata Igor, isu dinasti politik bisa dimanfaatkan oleh Achmad Purnomo untuk mengalahkan Gibran.

"Jika bukan Achmad Purnomo, maka percuma juga melawan pasangan Gibran-Teguh, karena yang muncul kemungkinan cuma 'calon boneka' saja yang dimajukan supaya pesta demokrasi di Solo tampak meriah dan terhindar dari kotak kosong sebagai lawan," tegasnya.

Akan tetapi, Igor pesimis bila skenario tersebut bisa dijalankan mengingat baru-baru ini, Achmad Purnomo sudah dipanggil Presiden Joko Widodo ke istana.

"Sebagai kader PDIP kompeten yang gagal mendapat rekomendasi, besar kemungkinan dia akan legowo karena tekanan politik kekuasaan," tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya