Berita

Poster perangi Jovid-20/Net

Politik

Corona Belum Berakhir, Kini Muncul Jovid-20 Yang Lumpuhkan Institusi Negara

SENIN, 20 JULI 2020 | 09:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wabah virus corona baru atau Covid-19 belum berakhir di negeri ini. Sementara virus lain telah datang menyerang.

Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti menjelaskan bahwa virus baru ini memiliki perbedaan dengan virus corona.

“Kalau Covid-19 menyerang kesehatan masyarakat, melumpuhkan ekonomi negara dan mematikan mata pencaharian rakyat,” urainya dalam akun Twitter pribadi, Senin (20/7).


Sementara daya serang virus baru lebih mengarah pada institusi negara. Selain institusi negara lumpuh, rakyat juga akan kehilangan percaya pada penegak hukum.

Virus baru ini merupakan mutasi dari virus lama. Namanya, Jovid-20 yang merupakan kepanjangan dari Djoko Tjandra Virus Disease 2020.

“Muncul mutasi virus lama, Jovid-20 (Djoko Tjandra Virus Desease), yang melumpuhkan institusi negara & ciptakan distrust kepada institusi penegak hukum,” tegasnya.

Haris Rusly Moti sebelumnya bertanya kepada Menko Polhukam Mahfud MD mengenai langkah-langkah apa yang akan ditempuh pemerintah dalam menyelesaikan kasus ini.

Apalagi beredar kabar bahwa Presiden Jokowi pernah bertemu dengan adik dari buronan kelas kakap Joko Tjandra, Sangkara Tjandra, di Papua Nugini pada 2015 silam.

“Sobat, saya mau tanya ke Menkopolhukam Pak Mahfud MD. Langkah apa yg akan ditempuh oleh pemerintah, selain pernyataan politik, dalam mengawal kasus penyelundupan Djoko Tjandra yang diduga melibatkan sejumlah pejabat di berbagai instansi pemerintahan? Mohon pencerahannya Pak Prof,” tegasnya.

Tentang pertemuan itu sendiri, Mahfud telah meluruskan. Dia membantah pertemuan itu membahas terkait pelarian Joko yang masih buron hingga saat ini. Menurutnya, pertemuan terjadi secara tidak sengaja. Di mana adik Djoko Tjandra masuk dalam kumpulan tamu yang bertemu Jokowi.

“Kita tak tahu satu per satu siapa saja tamunya. Yang undang itu duta besarnya, atau negara yang bersangkutan, itu bisa saja. Tapi saya meyakini pak Jokowi tak tahu itu," kata Mahfud kepada wartawan, Sabtu  (18/7).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya