Berita

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

PDIP Resmi Usung Gibran Tanda Oligarki Panjang Umur

MINGGU, 19 JULI 2020 | 12:23 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Seorang calon pemimpin daerah yang diusung partai seharusnya memiliki kemampuan bertanggung jawab atas nasib seluruh masyarakat setempat dan bukan hanya mengutamakan kepopuleran.

Begitu kata Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto menanggapi diusungnya putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka oleh PDIP di Pilkada Solo.

Menurut Satyo, dengan diusungnya Gibran, maka dinasti politik nyata ada di era Jokowi.


"Panjang umur oligarki dengan diusungnya anak presiden oleh PDIP. Dinasti politik berkelanjutan ketika parpol mendistorsi rekrutmen para calon pemimpin politik semisal kepala daerah," ucap Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/7).

Mantan Sekjen Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) ini menilai bahwa memimpin sebuah wilayah dan mengurus hajar hidup orang banyak tidak butuh sosok yang hanya mengandalkan kepopuleran.

"Semestinya harus disadari ada nasib jutaan manusia yang dipertaruhkan. Oleh sebab itu, hal ini bukan perkara mudah, parpol mestinya melakukan kalkulasi matang terkait mengusung seseorang dan perlu dinilai betul soal kapasitas, kapabilitas, kompetensi dan integritasnya, bukan sekadar populer atau pun karena seorang anak penguasa," jelas Satyo.

Karena, sambung Satyo, sebuah politik dinasti akan mendistorsi demokrasi jika proses pembentukannya menggunakan pengaruh otoritas penguasa.

"Sebab kekuasan memiliki semua sumber daya untuk bisa memenangkan seseorang seperti Gibran anak Jokowi mulai dari kekuasaan, jaringan, birokrasi, hukum, kapital dan lain-lain," pungkas Satyo.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya