Berita

Aktivis dan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai/Net

Politik

Karni Ilyas Curhat Istilah Covid-19 Membingungkan, Pigai: Begini Kalau Negara Besar Dikelola Abal-abal

MINGGU, 19 JULI 2020 | 02:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perubahan sejumlah istilah terkait penanganan virus corona baru (Covid-19) yang dilakukan Kementerian Kesehatan bikin bingung.

Bahkan dalam cuitannya di akun Twitter wartawan senior Karni Ilyas, ia curhat bahwa perubahan istilah seperti ODP dan PDP menjadi 'kontak erat' dan 'kasus suspect' membuat bingung orang di kampungnya.

Sontak, cuitan presiden ILC itu ditanggapi aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai. Menurut Pigai, keputusan Kemenkes yang berujung pada kebingungan masyarakat tersebut menjadi wujud kinerja pemerintahan yang belum baik.


"Negara besar tapi dikelola abal-abal jadinya begini. Jokowi terkurung di rumah, pesawat RI-1 dibeli rakyat jadi besi tua," kritik Natalius Pigai di akun Twitternya yang ditulis Jumat (17/7).

Tak hanya itu, mantan Komisioner Komnas HAM ini juga melihat pemerintah cenderung hanya mengistimewakan beberapa wilayah saja.

"Saya masih konsisten jika mereka hanya urus seputar Jakarta dan Pulau Jawa. Pernyataan saya berkali-kali bicara mereka anggap remeh, tidak sadar jika ketidakadilan ini akan (menjadi) bumerang," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya