Berita

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu/Net

Politik

Penyiram Novel Dinilai Tidak Niat, Said Didu: Padahal Bangun Subuh Dari Depok

JUMAT, 17 JULI 2020 | 07:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dua penyiram air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memang telah mendapat vonis dari hakim.

Rahmat Kadir Mahulette dijatuhi vonis dua tahun penjara. Sedang pelaku lain, Ronny Bugis dijatuhi hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Namun demikian, penilaian majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap Rahmat Kadir Mahulette membuat mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu tergelitik. Sebab, Rahmat Kadir dinilai tidak berniat melakukan penganiayaan berat terhadap Novel.


Said Didu menilai pernyataan hakim itu menyiratkan dua hal. Pertama ada kemungkinan hakim benar karena memang kedua terdakwa yang dihadirkan dalam sidang bukan pelaku utamanya.

“Mungkin hakim benar karena bisa saja yang dihukum bukan yang menyiram,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Jumat (17/7).

Namun demikian, jika ternyata yang bersangkutan memang pelaku, maka penilaian hakim terasa menggelitik. Ini lantaran pelaku berasal dari Depok dan aksinya dilakukan di dekat kediaman Novel yang berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Kalau benar yang bersangkutan, kok nggak niat? Padahal bangun subuh dari Depok, bawa air keras, menunggu sampai selesai Salat Subuh. Masih adakah akal sehat di negeri ini?” tutupnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya