Berita

Ilustrasi Omnibus Law/Net

Politik

Kawal Pembahasan RUU Cipta Kerja, Mahasiswa Harus Jadi Mitra Kritis Pemerintah

JUMAT, 17 JULI 2020 | 04:00 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pembahasan omnibus law Rancangan Undang Undang Cipta Kerja  terus menjadi perbincangan di tengah masyarakt, khususnya di dunia mahasiswa dan aktivis gerakan.

Pro dan kontra terhadap keputusan inisiatif pemerintah menyederhanakan Undang Undang itu pun tidak bisa dihindari.

Koordinator Persatuan Mahasiswa Nusantara (Permasta) Riswan Siahaan menilai, munculnya aksi merespons RUU Cipta Kerja yang cenderung melahirkan konflik baru dan merusak relasi antara masyarakat dan pemerintah.


Riswan meminta seluruh pihak yang kontra terhadap RUU Cipta Kerja tetap melakukan kritik dengan mengedepankan kondusifitas di masyarakat. Dengan cara itu, potensi konflik yang merusak tidak akan terjadi. 

""Ditambah lagi kita sedang dalam situasi krisis karena pandemik Covid-19 mengharuskan kita untuk melakukan pembatasan sosial. , karena itu kami mendorong kita semua untuk lebih bijak dalam melakukan gerakan kita. Kita sama-sama mengawal namun sebisa mungkin harus menghilangkan potensi konflik dari gerakan tersebut," kata Riswan Siahaan dalam seminar 'Omnibuslaw Dalam Hukum Indonesia', Jakarta, Kamis (16/7).

Mahasiswa Universitas Krisnadwipayana ini mengaku sepakat untuk menjadi mitra pemerintah dalam mengawal pembahasan omnibus law tersebut. Artinya menjadi mitra kritis yang memberikan respons dengan cara yang bijak.

"Dengan kata lain, jika kita melihat ketimpangan dalam peraturan atau kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, maka kita harus memberikan kritikan sekaligus solusi kepada pemerintah. Artinya kita tidak menjadi lawan dari pemerintah namun kita menjadi mitra kritis pemerintah untuk membangun bangsa kita," pungkasnya.

Permastra merupakan persatuan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi, di antaranya Unkris, Universitas Islam Jakarta, Universtas Bung Karno, STT Jakarta, Tribuan, Mercusuar, Universitas Ibnu Chladun dan UNIJA.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya