Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil/Net

Politik

Brigjen Prasetyo Dicopot, Nasir Djamil: Anggota Tak Akan Berani Tanpa Diarahkan Atasan

RABU, 15 JULI 2020 | 21:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemberian surat jalan bepergian terhadap buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra yang dikeluarkan sebuah instansi untuk perjalanan dari Jakarta ke Pontianak akhirnya terungkap.

Adalah Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetyo Utomo. Jenderal bintang satu itu kedapatan mengeluarkan surat jalan atas inisiatif sendiri tanpa seizin pimpinan. Ujungnya, Brigjen Prasetyo dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke bagian Yanma Polri.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil meminta Mabes Polri tidak berhenti hanya pada pencopotan Brigjen Prasetyo. Terlebih publik menduga surat jalan yang didapatkan secara extraordinary itu disinyalir tak hanya melibatkan jenderal bintang satu saja.


"Ini semakin menarik. Bagaimana mungkin sekelas bintang satu bisa terlibat? Apakah bintang satu ini berani mengeluarkannya tanpa sepengetahuan bintang yang lebih tinggi?" kata Nasir Djamil saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Rabu (15/7).

Oleh karenanya, ia berharap pihak kepolisian terus mengusut tuntas soal surat jalan bepergian ini.

"Jangan anggotanya doang dong. Sebab anggota tidak berani melakukan itu jika tidak diarahkan oleh atasan anggota yang bersangkutan. Jadi kalau mau menindak, jangan hanya polisi yang tak punya pengaruh, tapi tindaklah bawahan Kabareskrim yang mem-backup kenapa surat jalan itu bisa muncul," tandasnya.

Adapun Surat itu dikeluarkan oleh Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo atas inisiatif sendiri tanpa seizin pimpinan.

Di sisi lain, berdasarkan pemeriksaan internal polri, surat perjalanan Jakarta-Pontianak yang dikeluarkan untuk buronan Kejaksaan, Djoko Tjandra ditegaskan tanpa izin atasan.

"Surat dikeluarkan atas inisiatif sendiri dan tidak izin sama pimpinan,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya