Berita

Perkelahian antara partai oposisi, Kuomintang dan Partai Prograsif Demokratik (DPP) pada akhir Juni/Net

Dunia

Bergejolak, Partai Pemerintah Taiwan Dan Kuomintang Berkelahi Lagi Di Gedung Parlemen

SELASA, 14 JULI 2020 | 12:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pergolakan politik di Taiwan belum usai. Partai oposisi utama, Koumintang (KMT) masih melakukan aksi boikot parlemen untuk memprotes pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokratik (DPP).  

Pada Selasa (14/7), anggota parlemen KMT melakukan aksi duduk setelah berkelahi dengan anggota parlemen DPP yang hendak masuk gedung.

Protes oposisi sendiri ditujukan pada pencalonan pembantu senior Tsai, Chen Chu, untuk mengepalai Control Yuan, lembaga pengawas pemerintah yang bersifat independen. Pencalonan tersebut direncanakan akan disahkan melalui RUU yang saat ini dalam tahap persetujuan parlemen.


KMT menganggap pencalonan tersebut merupakan kronisme politik di mana pemerintahan Tsai dianggap tirani.

Melansir Reuters, anggota parlemen kedua belah pihak berkelahi di luar gedung parlemen. Sekelompok legislator KMT pun masuk ke aula utama parlemen, menduduki podium untuk mencegah lolosnya RUU Chen.

Mereka juga membawa spanduk bertuliskan "tidak untuk kronisme, tarik nominasi".

"Kami tidak dapat menerima ini dan sangat menentangnya," ujar Ketua KMT, Johnny Chiang.

Aksi dan perkelahian yang sama juga terjadi pada bulan lalu. Pada akhir Juni, anggota parlemen DPP berusaha menerobos barikade yang didirikan KMT di pintu masuk aula parlemen.

Saat ini, DPP memiliki mayoritas di parlemen. Sedangkan KMT dikalahkan dalam pemilihan legislatif dan presiden pada Januari 2020.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya