Berita

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta fraksi Gerindra, Syarif/RMOL

Politik

Lonjakan Kasus Corona Di Ibukota Bukan Karena Lemahnya Pengawasan, Politikus Gerindra Beberkan Faktor Penyebabnya

SELASA, 14 JULI 2020 | 12:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus positif virus corona baru (Covid-19) di Jakarta belakangan mengalami lonjakan yang signifikan. Padahal, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi di DKI Jakarta akan berakhir pada 16 Juli lusa.

Banyak yang menduga, peningkatan kasus di ibukota karena lemahnya pengawasan yang dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi DKI. Sehingga masyarakat pun seolah leluasa melakukan pelanggaran protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Terkait dengan hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Syarif, membantah jika lonjakan kasus di ibukota terjadi lantaran pengawasan yang lemah.


Sebab Pemprov DKI Jakarta sendiri telah menerjunkan 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu mengawasi penerapan PSBB transisi di ibukota.

Menurut Syarif, meroketnya kasus Covid-19 terjadi karena Pemprov DKI Jakarta gencar menjemput bola dengan melakukan pengetesan kepada masyarakat.

"Kenapa Covid naik? Karena ada lompatan peningkatan test PCR. Jadi makin ditambah alat, makin tinggi grafik dong," jelasnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/7).

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, faktor lainnya yang menyebabkan kasus Covid-19 di Jakarta melonjak karena adanya pelonggaran sejumlah sektor.

"Harusnya sifatnya bukan pelonggaran, tapi buka tutup. Jadi di kawasan itu jika ada peningkatan (kasus), ya ditutup. Jangan ada keraguan," tegasnya.

"Ahli epidemiologi kan sebenarnya tidak menginginkan ada pelonggaran. Tapi karena ada aspek roda perekonomian, ya itu jalan," pungkas Syarif.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya